web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Kata Airin Setelah Suaminya 'Menghilang' di Lapas
    Net Airin Rachmi Diany.

    Kata Airin Setelah Suaminya 'Menghilang' di Lapas

    JuaraNews, Bandung - Airin Rachmi Diany tak banyak berkomentar saat ditanya ‘menghilangnya’ sang suami, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, terpidana kasus korupsi pengadaan alat kesehatan dari Lapas Sukamiskin.

    Wawan bersama terpidana kasus korupsi lainnya, Fuad Amin diketahui meninggalkan Lapas Sukamiskin saat dilakukan operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (20/7/2018) malam dan Sabtu (21/7/2018) dini hari lalu.

    "Ah nanti saja ya, sudah ditunggu. Terima kasih, ya," kata Airin yang menjabat Wali Kota Tangerang Selatan tersebut di Istana Kepresidenan Bogor seperti dilansir Tempo.co, Senin (23/7/2018).

    Airin bergegas pergi menuju Istana bersama sejumlah wali kota yang datang untuk bertemu Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Airin mendampingi para wali kota lainnya karena menjabat sebagai Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI).

    KPK sebelumnya melakukan rangkaian operasi tangkap tangan (OTT) di Lapas Sukamiskin, Jawa Barat. Dalam OTT itu, KPK menangkap Kalapas Sukamiskin Wahid HUsein karena diduga menerima hadiah sebagai imbalan untuk pemberian fasilitas mewah kepada napi kasus korupsi di lapas tersebut.

    Selain menangkap Husein, KPK juga menangkap Fahmi Darmawansyah. Suami artis Inneke Koesherawati itu diduga salah satu yang memberikan suap kepada Husein. KPK menetapkan Husein dan Fahmi sebagai tersangka. Selain dua orang itu, KPK juga menetapkan staf Wahid Husein, Hendry Saputra, dan narapidana kasus pidana umum yang merupakan tahanan pendamping Fahmi, Andi Rahmat, sebagai tersangka.

    Saat OTT, ada dua narapidana korupsi yang tak berada di dalam selnya, yaitu Wawan dan Fuad Amin. Wawan dipenjara karena korupsi pengadaan alat kesehatan di Tangerang Selatan dan Banten, serta suap pilkada di Lebak.

    Sedangkan Fuad Amin, bekas Ketua DPRD Bangkalan, Madura, dipidana lantaran terbukti menerima duit dari PT Media Karya Sentosa dan memotong 10 persen realisasi anggaran SKPD senilai Rp414,22 miliar.(*)

    fan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Jokowi Lepas Pasukan Perdamaian ke Kongo & Lebanon
    Groundbreaking Pelabuhan Patimban Digelar Agustus
    PAN Belum Tentukan Dukungan di Pilpres 2019
    SBY Tak Tuntut Prabowo Pilih AHY sebagai Cawapres
    Gempa Lombok, BMKG Minta Warga Waspada Info Hoax

    Editorial

      Advertisement On Google