Bank BJB top banner

Hot News


Opini


  • Mewujudkan Rumah Impian bagi Guru
    Mewujudkan Rumah Impian bagi Guru

    MEMILIKI rumah merupakan impian setiap orang terlebih bagi seorang guru karena rumah termasuk kebutuhan pokok yang harus dipenuhi.

    Praktik Suap di Lapas Sukamiskin Lama Terjadi



    Praktik Suap di Lapas Sukamiskin Lama Terjadi
    Ilustrasi. Net

    JuaraNews, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan bahwa praktik suap di Lapas Sukamiskin, Bandung sudah lama terjadi dan dilakukan secara terang-terangan.

    Bahkan, permintaan uang dan mobil dilakukan tanpa kode alias sudah gamblang. Sebelumnya KPK telah menangkap enam orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Lapas Sukamiskin. Salah satu yang diamankan adalah Kepala Lapas Sukamiskin, Wahid Husen.

    "Permintaan mobil, uang dan sejenisnya di Lapas Sukamiskin diduga dilakukan secara gamblang. KPK menemukan bukti-bukti, permintaan tersebut dilakukan baik langsung atau tidak langsung bahkan tidak lagi menggunalan sandi atau kode-kode terselubung. Sangat terang. Termasuk pembicaraan tentang 'nilai kamar' dalam rentang Rp200-500 juta/kamar," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah seperti dilansir Detik.com, Minggu (22/7/2018).

    KPK sebelumnya sudah mengidentifikasi bahwa Kalapas Sukamiskin, Wahid Husen meminta mobil jenis Triton Athlete warna putih. Bahkan, Wahid menawarkan agar mobil itu dibeli di dealer yang sudah dia kenal.

    "Namun karena mobil jenis dan warna tersebut tidak ada, akhirnya diganti dengan Triton warna hitam yang kemudian diantar dalam keadaan baru tanpa plat nomor ke rumah WH (Wahid Husen)," ungkapnya.

    KPK mengingatkan agar pembenahan Lapas secara serius seera dilakukan. Tak cuma di Lapas Sukamiskin, pembenahan juga perlu dilakukan di Lapas lainnya.

    "Kita harus berhenti hanya menyalahkan oknum apalagi jika sampai menggunakan dalih-dalih pembenaran-pembenaran dan apologi terhadap kondisi yang ditemukan tim KPK dalam kegiatan tangkap tangan. Seluruh sel di Lapas Sukamiskin dan lapas-lapas lainnya semestinya dikembalikan sesuai standar," tegas Febri.

    Sebelumnya KPK menetapkan Kalapas Sukamiskin Wahid Husen menjadi tersangka kasus suap jual fasilitas napi korupsi di Lapas Sukamiskin. Selain Kalapas Sukamiskin; ada tiga orang yang juga ditetapkan sebagai tersangka yakni suami artis Inneke Koesherawati, Fahmi Darmawansyah; staf Wahid Husen, Hendry Saputra; dan narapidana kasus pidana umum/tahanan pendamping Andi Rahmat.

    Barang bukti yang diamankan uang total Rp279.920.000 dan USD 1.410. Selain itu, ada dua mobil Wahid yang diamankan KPK karena diduga terkait suap, yaitu Mistubishi Triton Exceed berwarna hitam dan Mitsubishi Pajero Sport Dakkar berwarna hitam.(*)

    fan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Persyaratan Pemekaran Kabupaten Sukabumi Utara Sudah Terpenuhi
    Pengarusutamaan Gender di Jabar: 33 Persen Pejabat Struktural Pemprov Dipegang Perempuan
    Lantik 5 Kepala Daerah Hasil Pilkada Serentak 2020, Gubernur Jabar Titipkan 3 Pesan Ini
    Mukti Fajar Nur Dewata dan M Taufiq HZ Terpilih Jadi Pimpinan Baru KY
    TB Hasanuddin Serukan Rakyat Indonesia Ikuti Vaksin Agar Covid-19 Segera Berlalu
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Bank BJB kanan

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads