Pos Indonesia

Hot News


JN-TAM

Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Emil Jamin Semua Anak di Kota Bandung Bersekolah
    Istimewa Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil.

    Emil Jamin Semua Anak di Kota Bandung Bersekolah

    JuaraNews, Bandung - Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil menegaskan, seluruh anak usia sekolah di Kota Bandung harus memperoleh pendidikan yang layak. Ketiadaan biaya bukan alasan bagi anak Kota Bandung untuk putus sekolah.

    "Tidak boleh ada anak di Bandung yang tidak sekolah karena kekurangan biaya. Tidak hanya urusan keuangannya saja, tapi kita bantu juga masalah berangkat sekolahnya seragamnya, dan sebagainya," tegas Ridwan Kamil di Pendopo Kota Bandung Jalan Dalem Kaum, Kamis (12/7/2018).

    Ridwan menjelaskan, sejak tahun 2017, Pemkot Bandung telah bekerja sama dengan sekolah-sekolah swasta di Kota Bandung. Sekolah swasta harus mau menerima anak didik kategori Rawan Melanjutkan Pendidikan (RMP). Pemerintah telah menyiapkan subsidi, baik untuk biaya sekolah maupun alat tulis dan baju seragam.

    Ridwan mengatakan, kebijakan tersebut untuk menjamin bahwa anak-anak RMP tetap bisa menjalani bangku sekolah. Oleh karenanya, ia pun mengimbau agar anak RMP tidak khawatir jika tidak diterima di sekolah negeri.

    "Dari dua tahun terakhir, kita sudah mensiasatinya. Kepada mereka yang tidak mampu dan harus sekolah swasta, kita ada program perbantuan. Nah itu tolong dimanfaatkan," tutur Ridwan.

    Menurutnya, mendapatkan pendidikan tidak harus selalu di sekolah negeri. Apalagi, sekolah negeri yang ada di Kota Bandung sangat terbatas. Oleh karenanya, peran sekolah swasta sangat penting dalam menjamin ketersediaan layanan pendidikan.

    "Negara ini membutuhkan gerakan pendidikan yaitu dengan gerakan partisipasi elemen masyarakat untuk menyelenggarakan pendidikan. Jadi swasta itu penting, karena (sekolah negeri) nggak cukup dengan populasi kita," ujar sosok yang karib disapa Emil tersebut.

    Di sisi lain, Ridwan mengungkapkan, akan mengevaluasi proses PPDB 2018 ini. Seluruh kendala dan situasi yang terjadi akan menjadi bahan pertimbangan untuk PPDB tahun depan. "Kalau akal sehat mengatakan saya harus memodifikasi, semangatnya sama tapi teknisnya menyesuaikan. Saya ambil pilihan itu," ujarnya.

    Selain itu, Ia pun akan menindak tegas jika mendapati adanya pelanggaran aturan selama proses PPDB, terutama soal Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Ia tidak ingin ada yang menyalahgunakan surat tersebut sehingga program untuk warga miskin menjadi kurang tepat sasaran.

    "Nanti setelah ini, saya akan mengkaji apakah ada SKTM palsu yang dimanfaatkan tidak semestinya. Itu kan ranahnya pidana 6 tahun," kata Ridwan.(*)

    fan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Resmikan Lembur Tohaga Lodaya Juara, Yana Imbau Masyarakat Jaga Kesehatan
    Penurunan Kasus Covid-19 Kota Bandung Hasil Pelacakan Secara Massif
    Kabar Baik bagi Pesepeda Gunung Bandung, Pemkot dan Kanhay Wacanakan Garap Lintasan MTB
    Ojol Bandung Bisa Angkut Penumpang, Pemkot Terapkan AKB
    27 Pegawainya Positif Covid-19, Puskesmas di Kota Bandung Tetap Beroperasi
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Imani Center
      Buku Wagun
      walikota

      Info Kota


      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads