web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Editorial

      DPRD Jabar dan Cimahi Jadi Percontohan Kemendagri
      juaranews/abdul basir Staf Kemendagri saat mengunjungi DPRD Jabar

      DPRD Jabar dan Cimahi Jadi Percontohan Kemendagri

      JuaraNews, Bandung - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Fasilitasi Kepala Daerah menetapkan DPRD Jabar dan DPRD Kota Cimahi sebagai pusat penelitian dalam membuat indikator tentang evaluasi kinerja dari seluruh DPRD di Indonesia, baik DPRD provinsi maupun DPRD kabupaten/kota seluruh Indonesia.

      Kasubdit Wilayah III Direktorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD, Kendagri, Ramoth Sitompul mengungkapkan, data dan informasi yang diterima selanjutkan akan dipergunakan untuk menentukan barometer percontohan DPRD di Indonesia.

      "Untuk mendapatkan data dan informasi, maka kita langsung mendatangi kantor DPRD dan mewawancari beberapa anggota Dewan. Ya, seperti hari ini kita mendatangi gedung DPRD Jabar dan gedung DPRD Kota Cimahi," ujar Ramoth saat mengunjungi Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro Kota Bandung, Selasa (10/7/2018).

      Menurut Ramoth, alasan dipilihanya DPRD Jabar dan DPRD Kota Cimahi sebagai sampel, karena keduanya termasuk lembaga perwakilan rakyat yang cukup matang dan mapan. “Selain itu juga kita ada DPRD yang kita ambil di luar Pulau Jawa, seperti dari Sumatera dan Kalimantan,” kata Ramoth.

      Dia menambahkan, setelah didapatkan beberapa hasil dari proses wawancara tersebut pihaknya akan melakukan kajian dalam mematangkan indikator-indikator yang akan dipergunakan untuk menghasilkan DPRD percontohan.

      “Kita coba analisa untuk bahan kajian lebih lanjut sehingga untuk lebih mematangkan nanti terkait indikator dan parameter yang kita perlukan dalam proses pencarian DPRD tersebut,” tandasnya.

      Sementara itu, Wakil Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (BP Perda) R Yunanadar Eka Perwira mengapresiasi langkah yang telah dilakukan Kemendagri guna memeroleh barometer kualitas lembaga DPRD.

      “Saya melihat ini satu hal yang sangat positif. Karena memang sebaiknya DPRD pun seperti eksekutif, ada ukuran yang standar, bagaimana sesungguhnya DPRD yang baik atau anggota DPRD yang baik. Jadi menurut saya tidak melihat kinerja DPRD-nya sebagai kelembagaan, itu juga harus ada kinerja perseorangan. Karena bagaimanapun juga anggota DPRD dipilih perseorangan bukan dipilih satu grup yang besar, karena masyarakat akan melihat secara pribadi-pribadi,” papar Yunandar seusai mengikuti sesi wawancara dengan Direktorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD.

      Menurut Yunandar, dengan adanya barometer dapat menjadi rujukan utama bagi penilaian kualitas DPRD yang tak hanya dinilai dari unsur kelembagaanya saja namun dapat digunakan sebagai standar penilaian setiap individu.

      “Selama ini tidak ada masyarakat banyak menilai atas apa yang disampaikan anggota DPRD ke publik. Padahal masih banyak hal lain yang terkait dengan pekerjaan DPRD yang tidak tersampaikan ke masyarakat. Proses-proses yang terjadi di internal DPRD itu saat ini masih sangat kurang dipahami masyarakat bahkan sangat kurang diketahui oleh masyarakat,” ungkapnya. (*)

      Oleh: abdul basir / den

      0 Komentar
      Tinggalkan Komentar
      Cancel reply
      0 Komentar
      Tidak ada komentar
      Berita Lainnya
      DPRD Aapresiasi Kinerja Polda Jabar
      DPRD Siap Dukung Pemberantasan Narkoba di Jabar
      DPRD Berharap Emil-Uu Realisasikan Visi Misinya
      DPRD Prihatin adanya Korupsi Massal di DPRD Malang
      Percepat Tol Cisumdawu, Lahan IPDN Siap Digunakan
      Berita Terdahulu

      Gedung Sate

      • Emil-Uu Resmi Berkantor di Gedung Sate
        Emil-Uu Resmi Berkantor di Gedung Sate

        EMIL melakukan sertijab dengan Mochamad Iriawan yang sebelumnya sebagai Pj Gubernur di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (6/9/2018).

        Advertisement On Google