web stats service from statcounter

Hot News


Editorial


    Inspirasi


      Per 5 Juli, Masuk Museum Gedung Sate Harus Bayar
      juaranews/abdul basir Museum Gedung Sate

      Per 5 Juli, Masuk Museum Gedung Sate Harus Bayar

      JuaraNews, Bandung - Mulai 5 Juli 2018, Museum Gedung Sate di kawasan Gedung Sate, Jalan Diponegoro Kota Bandung, menerapkan sistem tiket masuk berbayar sebesar Rp 5.000.

      Hal tersebut diberlakukan setelah di eluarkannya Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Jabar No 6/2018 tentang Retribusi Daerah.

      Kepala Bagian Sub Rumah Tangga Setda Pemprov Jabar Ebet Nugraha menjelaskan, sejak awal Museum Fedung Sate di-launcing pada 8 Desember 2017, penerapan sistem berbayai sudah direncanakan.

      "Perda ini pada saat museum ini di-launching sedang dalam proses dibahas antara eksekutif dengan legislatif. Pada saat itu berpikir awal Januari kita sudah bisa melakukan pungutan buat pengunjung museum ternyata pembahasannya tidak bisa dilakukan sesegera mungkin," jelas Ebet saat ditemui di Museum Gedung Sate, Selasa (10/7/2018).

      Numun perda tersebut, lanjut Ebet, baru diterbitkan Pemprov Jabar pada Juni 2018, sehingga baru bisa diterapakan untuk pengunjung mesuem mulai 5 Juli lalu.

      "Semenjak perda ini sudah disahkan, baru kita mulai melakukan sosialisasi dan lain-lain, Sehingga diputuskan tanggal 5 Juni 2018 kita sudah mulai memungut biaya untuk pengunjung Museum Gedung Sate," ucapnya.

      Ebet mengungkapkan, hasil retribusi yang diperoleh ini akan digunakan untuk kebutuhan pemeliharaan dan perbaikan Museum Gedung Sate. Sebab, tidak semua keperluan pemeliharaan berasal dari APBD Jabar.

      "Kita memungut ini bagian dari untuk kebutuhan peliharaan mesum, karena ini tidak semuanya harus dibiayai oleh anggaran pendapatan daerah," tambahnya.

      Ebet menambahkan, sejak Museum Gdung Ste dibuka jumlah pengunjung sudah mencapai 80 ribu orang. Untuk itu, Ebet tidak kawatir akan ada pengurangan jumlah pengunjung dengan diterapkan sistem berbayar di museum yang berada di sayap timur basement Gedung Sate tersebut.

      "Tarif Rp5.000 itu kalau bicara dari sisi ekonomi menurut saya kurang, karena museum di luar negeri menggunakan tarif cukup tinggi. Orang yang datang ke museum segmented. Kita memberikan tarif Rp5.000 ini tidak pemberlakuan tarif dari sistem ekonomi tapi edukasi dan pariwisata," paparnya.

      Dia menyebutkan, tidak ada perbedaan tarif untuk masuk museum yang buka pukul 09.30-16.00 setiap hari kecuali Senin tersebut. Tiket bagi usia dewasa, anak-anak, wisatawan lokal, atau mancanegara, semuanya seragam yaitu Rp5.000 per pengunjung. (*)

      Oleh: abdul basir / den

      0 Komentar

      Tinggalkan Komentar


      Cancel reply

      0 Komentar


      Tidak ada komentar

      Berita Lainnya


      Hari Kedua Kerja,Pemprov Jabar Gelar Halal Bihalal
      Emil Salat Ied di Gasibu, Open House di Pakuan
      Mudik Gratis, Pemprov Berangkatkan 12.813 Warga
      177 Pejabat Fungsional Pemprov Jabar Dilantik
      Pemprov Jabar Pastikan PNS & Non-PNS Terima THR

      PARLEMENTARIA