web stats service from statcounter

Hot News

  • Kim Senang Laga Comeback Berbuah Kemenangan
    Kim Senang Laga Comeback Berbuah Kemenangan
    • 18 September 2018 | 11:14:00 WIB

    KIM Jeffrey senang bisa melewat laga comeback-nya dengan kemenangan saat timnya mengalahkan Borneo FC 1-0 pada Pekan 22 Liga 1 2018, Senin (17/9/2018).

Inspirasi

    Pengamat: Usaha Sektor Domestik Bisa Tekan Inflasi
    Net Ilustrasi.

    Pengamat: Usaha Sektor Domestik Bisa Tekan Inflasi

    JuaraNews, Bandung - Salah satu cara untuk menekan inflasi yaitu mendorong usaha sektor domestik. Sektor ini bergerak di bisnis dengan modal rupiah untuk mendapat rupiah.

    “Itu salah satu cara agar kita bisa menekan menekan inflasi,” kata Pengamat Ekonomi Universitas Pasundan (Unpas) Acuviarta Kartabi dalam Rapat Evaluasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Bandung di Hotel Fox Harris Convention Hall, Jalan Jawa, Kota Bandung, Rabu (4/7/2018).

    Acuviarta mengungkapkan, jumlah ekspor dari Jawa barat memiliki nilai terbesar di Indonesia yaitu sebesar 17%. Tetapi. kebanyakan berupa barang belum jadi.

    "Fenomenanya, kita banyak meminjam dengan modal dolar tetapi berbisnis untuk menghasilkan rupiah. Itu yang terjadi di peralatan elektronik. Dibuat di sini, kemudian diberi label di luar negeri dan kembali kita beli di sini," ujarnya.

    Menurutnya, pengendalian inflasi juga dapat dilakukan dengan penguatan 6 sektor. Keenamnya yaitu, sumber daya manusia, infrastruktur dan logistik, konektivitas, kelembagaan, tata niaga, teknologi.

    “Salah satu hal mempengaruhi Inflasi tetapi belum dapat ditangani oleh kewilayahan adalah kebijakan moneter,” jelasnya.

    Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kota Bandung, Lusi Lesminingwati mengungkapkan, inflasi bulanan Kota Bandung di 0,48% dan untuk Jabar 0,47%. Sedang inflasi di nasional pada 0,59%.

    “Inflasi Jabar yaitu 2,1%. Sedangkan nasional yaitu 1,9%. Tetapi inflasi Kota Bandung lebih tinggi lagi yaitu 2,24% pada Triwulan kedua ini,” papar Lusi.

    Saat Ramadan lalu, Lusi mengakui, tren kenaikan harga sandang dan pangan serta jasa memang menjadi hal umum. Namun menurutnya, seharusnya hal tersebut tidak terjadi.

    "Kenaikan harga saat puasa dan Idulfitri lalu seharusnya tidak terjadi karena mempengaruhi juga pada inflasi di Kota Bandung. Memang sempat turun tetapi juga ada kenaikan lagi. Ditambah kenaikan BBM yang menjadi tantangan yang harus dihadapi tim TPID," jelas Lusi.

    Lebih Lanjut juga di katakan oleh Lusi kinerja ekonomi makro di triwulan kedua ini juga sangat terpengaruh oleh menguatnya harga dolar AS terhadap rupiah.

    "Sebenarnya kita punya daya beli dan uang tetapi kenapa inflasi terus meningkat? Ini pekerjaan kita sebagai TPID Kota Bandung," ujarnya.(*)

    fan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Jaringan Progresif 98 Soroti Depresiasi Rupiah
    Di Bandung, DFSK Targetkan 5% Penjualaan Glory 580
    DFSK Glory 580 Resmi Diluncurkan di Bandung
    Posindo Serahkan Hadiah Gebyar Ramadhan di Subang
    2024, Bio Farma Targetkan Produksi Vaksin MR Halal
    Berita Terdahulu

    Editorial