web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


  • Menikah dan Perjuangan
    Menikah dan Perjuangan

    SUAMI dan istri yang sudah menikah, semakin lama komunikasi yang terjadi kurang harmonis.

    Kutukan Inggris Berakhir di Tangan Pickford
    Net Jordan Pickford.

    Kutukan Inggris Berakhir di Tangan Pickford

    JuaraNews, Bandung - Inggris akhirnya berhasil melaju ke perempat final Piala Dunia 2018 Rusia setelah bermain imbang 1-1 kontra Kolombia di waktu penuh dan berhasil unggul di babak adu penalti (4-3).

    Adalah Jordan Pickford, kiper muda Inggris yang menjadi pahlawan kemenangan. Adu penalti memang bisa dibilang sebagai cara yang cukup kejam untuk menentukan nasib tim. Baru saja beberapa hari lalu, Spanyol disingkirkan Rusia melalui adu penalti.

    Ketakutan yang sama pun sempat mengganggu Inggris. Betapa tidak, Inggris tidak pernah menang adu penalti di tiga Piala Dunia sebelum ini. Para pemain pun cemas akan meneruskan nasib senior-seniornya. Beruntung, Pickford sudah mengerjakan tugas rumahnya.

    Pickford mengatakan dia sudah mempelajari kebiasaan setiap penendang Kolombia sebelum laga itu dimulai. Dan ternyata risetnya itu cukup berhasil.

    Ketika Carlos Bacca bersiap untuk mengambil tendangan kelima Kolombia, Pickford tahu Bacca akan menendang ke kiri. Dia memutuskan untuk memercayai

    "Saya melakukan banyak riset. Falcao adalah satu-satunya yang tidak menendang ke arah biasanya. Saya tidak peduli jika saya bukan kiper terbaik di dunia. Saya memiliki kekuatan dan ketangkasan," ungkap Pickford.

    Pickford masih berusia dua tahun ketika Inggris terakhir kali memenangkan adu penalti di Piala Dunia. Inggris memang sempat trauma dengan adu penalti, baik di Piala Dunia maupun di Euro.

    Kiper Everton ini baru tujuh kali membela tim senior Inggris. Tetapi dia langsung mendapat kepercayaan penuh Gareth Southgate, yang lebih memilih Pickford daripada Joe Hart.

    Pada akhirnya Pickford berhasil membuktikan diri dan menjawab kepercayaan itu. Tetapi baginya kesuksesan itu tidak bisa dia raih sendiri, seluruh tim berperan sama pentingnya.

    "Pola pikir dan mentalitas kami tak pernah berubah, kami tak pernah berhenti. Kami tahu akan menang meskipun harus melalui adu penalti," tandasnya.(*)

    fan

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Indonesia Tanpa 3 Pemain Penting di Piala AFF U-22
    Satgas Antimafia Bola Periksa Plt Ketum PSSI
    Kick-off Liga 1 2019 Digelar setelah Pemilu
    Indonesia Raih Kemenangan Kedua Piala AFF U16
    Tak Ada Tawaran Serius, Balotelli Bertahan di Nice

    Editorial


    • Gong Xi Fa Chai
      Gong Xi Fa Chai

      SELASA (15/2/209) ini merupakan hari istimewa bagi orang-orang Tionghoa atau keturunan China di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

      Klasemen Liga Indonesia

      Tim M Point
      1 Persija Jakarta 34 62
      2 PSM Makassar 34 61
      3 Bhayangkara FC 34 53

      Jadwal


        Klasemen Liga Dunia

        Tim M Point
        1. Liverpool 22 57
        2. Manchester City 22 53
        3. Tottenham Hotspur 22 48
        4. Chelsea 22 47
        Tampilkan Detail