web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


    Ancaman Kekeringan Hantui Petani di Cirebon
    Net Ilustrasi.

    Ancaman Kekeringan Hantui Petani di Cirebon

    JuaraNews, Cirebon - Ancaman kekeringan menghantui petani di wilayah Cirebon. Selain intensitas hujan yang menurun, kurangnya suplai air dari saluran irigasi jadi problem serius yang harus dialami kalangan petani di wilayah Cirebon.

    Akibat dari situasi ini, aktivitas menanam padi pun menjadi terhambat. Selain itu dampak ke depannya bisa membuat memengaruhi hasil produksi ataupun gagal panen.

    "Wilayah Desa Gegesik untuk pertanian sangat kekurangan air. Sehingga untuk mendapatkan air cukup sulit, karena jarak sumber air sangat jauh.  Karena kesulitan air itu, yang pada akhirnya membuat petani mengubah pola tanam dengan tanaman palawija," ujar salah seorang petani, Saroji, seperti dilansir Radar Cirebon.

    Menurut Saroji, dalam situasi ini, petani biasanya melakukan sedot air dengan menggunakan pompa air. Tapi upaya tersebut berdampak pada naiknya biaya produksi karena harus membeli bahan bakar untuk pompa air.

    "Itu bagi para petani yang mampu memiliki biaya. Sedangkan yang tidak mampu hanya mengandalkan hujan saja. Bahkan terkadang di Blok Tengah para petani yang tidak mampu hanya membiarkan tanaman padinya dan sering mengalami gagal panen," paparnya.

    Senada disampaikan petani Desa Japura, Yanto (43). Menurutnya, ribuan hektare lahan pertanian di beberapa desa di Kecamatan Gegesik mulai mengering, tanahnya mengeras. Sebab, para petani sangat kesulitan menemukan sumber air yang dekat dengan area sawah.

    "Petani sudah mulai dihantui ancaman kekeringan. Sebab, sudah tidak ada hujan dan saluran irigasi mulai mengering. Sehingga, sumber air sudah tidak ada. Sedangkan area sawah belum melakukan tanam keburu kekeringan. Petani kebanyakan hanya mengharap hujan karena semua irigasi kering," imbuhnya.(*)

    fan

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Pempov Jabar dan Investor Tandatangani 26 MoU Proyek Investasi senilai Rp53,8 Triliun
    Telkomsel Kembali Gelar IndonesiaNEXT 2019
    PT Jaswita Diminta Tingkatkan PAD dari Pariwisata
    GrabWheels, Cara Mudah Jelajahi Kampus Ganesha ITB
    Nelayan Indramayu Melaut ke Indonesia Timur

    Editorial