web stats service from statcounter

Hot News

  • Gomez Waspadai Ketajaman Penyerang Persela
    Gomez Waspadai Ketajaman Penyerang Persela
    • 16 Juli 2018 | 09:26:00 WIB

    MARIO Gomez meminta anak-anak asuhnya bekerja keras untuk meraih kemenangan saat menjamu Persela di Stadion GBLA, Senin (16/7/2018) malam.

Inspirasi

    Darul Maza Bantah Wajibkan Pilih Paslon Tertentu
    Okezone.com

    Darul Maza Bantah Wajibkan Pilih Paslon Tertentu

    JuaraNews, Bekasi - Pihak SDIT Darul Maza Bekasi membantah telah melakukan pemecatan terhadap salah seorang gurunya karena berbeda pilihan politik di Pilkada Serentak 2018 di Jawa Barat.

    Guru bernama Rabiatul Adawiyah tersebut diberhentikan dari pekerjaannya oleh pihak yayasan yang mengelola SDIT Darul Maza karena ditenggarai memilih pasangan Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum (RINDU).

    Kabar tersebut viral setelah, suami Rabiatul Adawiyah mengunggah tulisan di media sosial yang memuat 'curhatan' dirinya atas nasib yang menimpa sang istri. Hal itu menuai beragam tanggapan dari netizen dan cukup viral di dunia maya.

    Meski demikian pihak sekolah membantah telah melakukan pemecatan terhadap guru. Dilansir dari Warta Kota, Jumat (29/6/2018), Tri, salah satu guru dari SDIT Darul Maza Bekasi mengungkapkan sebenarnya kabar yang cukup jadi perbincangan hangat di masyarakat tersebut hanya kesalahpahaman masalah pimpinan dan bawahan.

    "Jadi sampai saat ini dengan lapang dada para pimpinan kami sepakat untuk menyelesaikan secara kekeluargaan, tadi pagi Alhamdulillah semua sudah memutuskan bahwa semua ini sudah tidak akan ada lagi masalah, sudah meminta maaf kedua belah pihak jadi kita anggap semua sudah selesai," tuturnya dilansir Wartakotalive.com, Jumat (29/6/2018).

    Ia menjelaskan pihak sekolah tidak pernah mengarahkan untuk memilih salah satu pasangan calon saat Pilkada pada pada Rabu 27 Juni 2018. Tri menegaskan tidak ada kata pemecatan atau dikeluarkan.

    "Kita tidak ada arahan, maksudnya tidak ada paksaan memilih hanya memang itu semua kembali lagi ke diri kita kita mau pilih apa kalau memang kita mau pilih nomor 1, 2, 3, atau 4 itu sudah hak kita tidak ada yang di haruskan dan dipaksankan untuk memilih," jelasnya.

    "Tidak ada niatan seperti itu, mungkin karena kita memang sedang menghadapi ujian, banyak event-event sebelumnya di sekolah kemudian baru pulang kampung juga mungkin semuanya jadi dalam kondisi lelah ada salah ucap ada salah kata itu wajar wajar saja semua orang bisa dalam posisi seperti itu dan itu tidak ada rencana atau kata terucap sebuah keputusan yang sepihak gak ada sebenernya," tegasnya.

    Tri menegaskan kembali soal kabar pemecatan itu sebenarnya tidak ada. "Ya itu kembali lagi itu hanya kesalahpahaman kata, makanya kan biasanya kalau komunikasi di WhatsApp itu banyak orang salah paham, lebih baik memang komunikasi itu tatap langsung, hindari aja deh komunikasi lewat WA," tegasnya.

    Selanjutnya, ia mengatakan pihak yayasan sudah ke rumah guru tersebut. "Kebetulan pimpinan kami dengan yayasan ke rumah beliau menjelaskan yang sebenarnya kalau memang menganggap kami salah, kami minta maaf," ucapnya.(*)

    fan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Menpar: Wisata di Kota Bandung Sudah Paripurna
    AHY: Generasi Muda Siap, Indonesia Siap!
    Konsorsium Revisi Penlok LRT Jakarta-Bandung
    Pemprov Prioritas Pembebasan Lahan Tol Cisumdawu
    Progres Proyek Bendungan Kuningan Sudah 84%
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Selamat Memilih
      Selamat Memilih

      PEMILIHAN Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 resmi dihelat Rabu, 27 Juni 2018 ini.

      Advertisement On Google