Pos Indonesia

Hot News


Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Terkait Kampanye Hitam, Dedi Mulyadi Datangi Polda
    Net Dedi Mulyadi.

    Terkait Kampanye Hitam, Dedi Mulyadi Datangi Polda

    JuaraNews, Bandung - Pasangan Calon Gubernur/Wakil Gubernur (Cagub/Cawagub) Jabar nomor urut 4, Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi mempertanyakan tindaklanjut atas laporan kampanye hitam yang menyerang mereka, khususnya Dedi.

    Hal itu disampaikan Dedi Mulyadi saat mendatangi Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar, Senin (25/6/2018). Dedi mempertanyakan kelanjutan laporan yang sudah dilakukan beberapa waktu silam. Kasus ini diduga berkaitan dengan kampanye hitam melalui media sosial.

    "Saya silaturahmi ke Polda, soal pelaporan katanya akan ditindaklanjuti setelah tanggal 27," ujar Dedi didampingi kuasa hukum Hotma Agus Sihombing seperti dilansir Pikiran-rakyat.com, Senin (25/6/2018).

    Laporan yang dibuat Dedi sejalan dengan adanya unggahan yang sarat kebencian dan mencemarkan nama baiknya di media sosial. Unggahan tersebut dinilai sebagai kampanye hitam yang menjatuhkan nama Dedi dan sarat kepentingan politik. Sebagai tindak lanjut, tim pemenangan kemudian membuat laporan secara resmi ke Bawaslu Jawa Barat pada pertengahan Juni silam.

    Namun dalam perkembangannya, kasus ini dinilai tidak terkait dengan regulasi pemilihan kepala daerah. Kasus ini cenderung merupakan tindak pidana yang melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Oleh karena itu, laporan kemudian dibuat secara resmi di Mapolda Jawa Barat pada 18 Juni silam.

    Pasangan Deddy Mizwar ini mengakui, Polda Jawa Barat merespons dengan cepat laporan tersebut. Seluruh proses hukum diserahkan sepenuhnya ke penyidik Dirkrimsus Polda Jawa Barat sesuai aturan yang berlaku.

    Pada saat yang sama dia juga mengatakan, pembuatan laporan ini tidak bermaksud memidanakan pelaku melainkan mencegah tindakan serupa terulang di kemudian hari.

    Maka jika pelaku mengakui perbuatannya pun dia siap memaafkan. "Saya menyampaikan catatan, kalau kemudian dipanggil dan dipertemukan dengan saya, kalau mengaku salah akan saya maafkan," pungkasnya.(*)

    fan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Mendikbud Nadiem Bantu Ringankan Beban Mahasiswa Terdampak Pandemi COVID-19
    Travelling di Masa AKB, Ini Pesan untuk Traveller
    Tantangan Adaptasi Kebiasaan Baru dalam Budaya Masyarakat Indonesia
    Hasil Test Swab, Karyawan Unisba Dinyatakan Negatif Covid-19   
    Menuju Zona Aman Covid-19, Simak Langkah Penting Berikut
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Imani Center

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads