web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Ikuti Debat Ketiga, Demiz Minta Jaminan Keamanan
    net Debat Kedua Pilgub Jabar

    Ikuti Debat Ketiga, Demiz Minta Jaminan Keamanan

    JuaraNews, Bandung - Calon gubernur (Cagub) Jabar nomor urut 4 Deddy Mizwar meminta jaminan keamanan pada pelaksanaan debat terakhir Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar yang rencananya digelar pada 22 Juni 2018 mendatang di Bandung.

    Pihaknya tidak ingin kericuhan pada debat kedua kembali terjadi dan menimbulkan kegaduhan yang lebih besar. Bahkan tidak menutup kemungkinan kerusuhan yang terjadi bisa mengganggu proses pemilihan dan membuat Pilgub Jabar ditunda sehingga merugikan masyarakat.

    "Ada potensi Pilgub Jabar ditunda karena kerusuhan. Saya melihat kemungkinan terjadinya penundaan pemilu jabar sangat tinggi. Khususnya pada saat Debat Ketiga nanti tanggal 22 Juni, itu sangat rawan dan berpotensi ricuh," jelas Deddy kepada wartawan, Rabu (13/6/2018).

    Demiz mengungkapkan, potensi kerawanan sangat besar tersebut melihat pada kericuhan pada saat Debat Kedua. Bahkan kasus tersebut pun terus bergulir dan memicu kasus-kasus lainnya. Seperti halnya aksi demo yang terjadi di DPW PKS Jabar beberapa waktu lalu, dimana PKS dituduh sebagai sarang teroris.

    "Hingga saat ini kasus kericuhan itu tidak selesai, sehingga tidak menutup kemungkinan akan berimbas pada Debat Ketiga. Sehingga bila pada Debat Ketiga terjadi kericuhan, maka akan mengganggu proses Pilgub Jabar. Apalagi kalau kericuhan itu menimbulkan pertumpahan darah dan menelan korban jiwa, tentunya akan membuat Pilgub Jabar ditunda," paparnya.

    Menurut Demiz, bila kericuhan tersebut menelan korban jiwa, maka proses pilkada pun akan kacau dan ditunda untuk menjaga stabilitas keamanan. Namun demikian hal tersebut tentunya akan menimbulkan kerugian banyak pihak, terutama masyarakat. "Akibatnya masyarakat atau rakyat akan rugi ratusan milyar, untuk penundaan ini," katanya.

    Karena itu, Demiz mengimbau KPU Jabar untuk membatalkan acara Debat Ketiga, terlebih potensi kerawanannya sangat tinggi.

    "Saya mengimbau sebaiknya tidak ada debat ketiga, maka itu saya menulis surat ke KPU Jabar, saya minta jaminan keamanan. Karena saya nggak mau ada satu orang pun di sana yang jadi korban. Saya ingin berlepas diri dari pertanggung jawaban kepada Allah Swt," sebut Demiz.

    Menurutnya, potensi kerusuhan itu cukup besar, karena kasus Debat Kedua tidak pernah ada penyelesaian.


    "Saya ingin mencegah terjadinya penundaan pilkada yang membuat duit rakyat terbuang percuma. Di samping ada kemungkinan nyawa manusia yang dipertaruhkan. Paslon sih nggak masalah, tapi pendukung yang jadi masalah," jelas Demis.

    "Makanya mereka membolehkan hanya 50 orang yang masuk, dari setiap paslon pendukung. Tapi saya tetap meminta jaminan keamanan, kalau tidak kemungkinan saya nggak mau hadir, karena juga ga ada penontonnya. Itu kan waktunya bersamaan dengan piala dunia Brazil-Costarika," sambungnya.

    Meski demikian, lanjut Demiz, pihaknya mengimbau semua pihak untuk menjaga stabilitas Pilgub Jabar sehingga bisa berjalan aman dan lancar. "Apalagi nanti masih dalam moment dan suasana idul fitri, kita harapkan semua bisa saling menjaga situasi," pungkas Demiz. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Realisasi Tol Bandung-Tasikmalaya Tergantung Pusat
    Iriawan Dapat Dukungan dari Sesepuh & Ulama Jabar
    Pj Gubernur Jabar Minta KPU Jamin Hak Pemilih
    Kasus Kecelakaan Arus Mudik 2018 di Jabar Turun
    Iriawan Butuh Dukungan dan Kepercayaan Masyarakat
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Selamat Hari Raya Idul Fitri
      Selamat Hari Raya Idul Fitri

      DENGAN rasa suka cita dan senang, kita menyambut Hari Kemenangan, bercampur sedih, karena kita ditinggalkan bulan Ramadan yang penuh berkah.

      Advertisement On Google