web stats service from statcounter

Hot News


  • Citarum Harum, Gotong Royong Semua Warga Jabar
    Citarum Harum, Gotong Royong Semua Warga Jabar
    • 19 Februari 2019 | 21:37:00 WIB

    GUBERNUR Jabar Ridwan Kamil optimistis program Citarum Harum Juara akan lebih cepat terselesaikan dari target 7 tahun yang ditetapkan pemerintah pusat

Inspirasi


  • Menikah dan Perjuangan
    Menikah dan Perjuangan

    SUAMI dan istri yang sudah menikah, semakin lama komunikasi yang terjadi kurang harmonis.

    Demiz: Gizi Buruk Ancam Terjadinya Lost Generation
    Istimewa Cagub Jabar nomor urut 4, Deddy Mizwar.

    Demiz: Gizi Buruk Ancam Terjadinya Lost Generation

    JuaraNews, Bandung - Permasalahan gizi buruk di Jawa Barat harus segera diatasi, jika tidak maka Jabar terancam menghadapi situasi dan kondisi lost generation. Hal itu diungkapkan oleh Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 4 Deddy Mizwar (Demiz).

    Dikatakan Demiz, Jawa Barat saat ini masih dihadapkan pada permasalahan serius terkait pemenuhan gizi, khususnya pada anak usia balita. Namun, hal itu bukan berarti hanya Jabar yang menghadapi problem gizi buruk. Sebab masalah ini termasuk masalah global.

    "Gizi anak, ini salah satu program prioritas kita. Oleh karena itu, salah satu program saya yaitu penyediaan pangan dan makanan tambahan bergizi untuk daerah rawan pangan dan masyarakat penyandang gizi buruk," ungkap Demiz setelah menghadiri kegiatan Kartini Perindo di Kampung Telokdengklok, Kelurahan Pasanggrahan, Kota Bandung, Selasa (12/6/2018).

    Lebih jauh Demiz menjelaskan, persoalan rawan gizi pada anak bukan hanya terjadi di Jabar, tetapi merupakan masalah global. Disebutkan, di dunia ini masih ada 159 juta anak yang mengalami rawan gizi, dan sekitar 9juta anak di antaranya di Indonesia. "Ini bisa lost generation kalau dibiarkan," tegasnya.

    Menurutnya, secara kasat mata seorang anak yang mengalami kurang gizi bisa dilihat dari tiga indikator, pertama pertumbuhan fisiknya tidak normal, kecerdasan kurang, dan daya tangkap yang juga kurang. Demiz menegaskan, semua masalah itu jangan hanya mengandalkan negara, tetapi butuh kesadaran masyarakat.

    "Maka harus kita perhatikan kebutuhan gizinya. Kalau orang tua punya duit jangan beli pulsa melulu, ya gak nambah gizi anaknya," katanya.

    Lebih jauh Demiz mengatakan, pemenuhan gizi di Jawa Barat bukanlah masalah sederhana, di mana dari sisi geografis, infrastruktur, termasuk gaya hidup masyarakat sangat berpengaruh terhadap ketersediaan gizi anak.

    "Ketika jembatan rusak atau tidak ada, pasokan bahan pangan jadi terganggu. Karena gaya hidup, orang lebih mendahulukan beli pulsa ketimbang makanan tambahan misalnya, itu semua mempengaruhi, " ujarnya.

    Dalam kegiatan bazar murah Kartini Perindo dan penyuluhan gizi itu, Demiz yang berpasangan dengan Dedi Mulyadi ini menyaksikan langsung proses penimbangan berat badan anak-anak balita.(*)

    fan

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Citarum Harum, Gotong Royong Semua Warga Jabar
    Cipayung Kota Bandung Gelar Aksi Solidaritas
    Jabar Bergerak Siap Berkontribus Bangun Jawa Barat
    Uu Arahkan Pelaku Industri Beralih Segitiga Rebana
    Emil Segera Umumkan Hasil Seleksi Pejabat Eselon 2

    Editorial


    • Gong Xi Fa Chai
      Gong Xi Fa Chai

      SELASA (15/2/209) ini merupakan hari istimewa bagi orang-orang Tionghoa atau keturunan China di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.