web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Sosialiasasi Pilgub Jabar Belum Maksimal
    net

    Sosialiasasi Pilgub Jabar Belum Maksimal

    JuaraNews, Bandung - Majelis Rakyat Indonesia (MRI) menilai sosialisasi soal pelaksanaan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar 2018 yang dilakukan KPU, masih belum maksimal.

    Sekjen MRI Matdon mengungkapkan, hingga saat ini masih ada warga yang tidak tahu soal pelaksanaan pilkada, juga para pasangan calon yang akan bertarung dalam pesta demokrasi secara langsung tersebut. Bahkan, ada guru PNS yang belum tahu siapa saja calon pimpinan mereka untuk 5 tahun ke depan tersebut

    “Kinerja KPU Jabar dalam sosialisasi soal Pilgub Jabar belum dirasakan maksimal,” kata Matdon dalam siaran persnya, Rabu (6/6/2018).
    Akibat tidak maksimalnya sosialisasi, lanjut dia, rakyat menilai tidak menganggap pilkada sebagai momen yang penting.
    “Kondisi ini sebenarnya bahaya untuk kehidupan demokrasi kita. Jika rakyat dibiarkan tidak mengetahui adanya Pilkada maka jangan-jangan Golput kembali mengancam seperti pada Pilkada Jabar tahun 2013,” katanya.

    Dia mengungkapkan, Golput atau warga yang tidak memilih pada Pilgub Jabar 2013, mencapai 36,3 persen atau 11.823.201 suara. Jumlah tersebut “mengalahkan” raihan suara pemenang Pilgub Jabar 2013 yang hanya meraih 6.515.313 atau 32,39 persen dari total jumlah suara yang sah sebanyak 20.713.779 suara.

    Menurut Matdon, saat Pilkada menjadi ruang sunyi bagi sebuah pesta demokrasi, itu artinya demorasi telah gagal ditegakkan di Bumi Parahyangan ini. "Paling tidak, demokrasi tetap berlangsung tapi kurang sehat. Apalagi pada saat Pilkada sudah hitungan hari,” tandas Matdon.

    Untuk itu, KPU Jabar diminta meningkatkan kinerjanya dalam waktu sangat singkat ini. Seperti mengerahkan agen sosialisasi dan relawan demokrasi. Selain itu, fungsi Komite Panitia Pemungutan Suara (KPPS) juga perlu diperluas dengan melakukan sosialisasi di lingkunganya, khususnya terhadap pemilih yang sudah masuk di DPT hingga memastikan kehadiran pemilih ke TPS.

    Jika tidak ada perbaikan kinerja KPU Jabar, Matdon khawatir angka golput di Pilgub Jabar 2018 lebih besar dibanding 2013 lalu.

    “Agen sosialisasi dan relawan demokrasi diharapkan juga paham mengenai konsep sosialisasi berbasis keluarga, dengan dilakukannya pembekalan oleh kampus-kampus misalnya, dan di tingkat bawah oleh KPU kab/kota yang melibatkan PPK, PPS, dan KPPS. Dalam kegiatan sosialisasi Pilgub Jabar 2018,” paparnya.

    Sebelumnya, KPU Jabar mengakui memang ada kecenderungan penurunan angka partisipasi masyarakat dalam Pilgub Jabar. Hal itu terlihat dari angka partisipasi pada Pilgub Jabar 2004, 2019, hingga 2013.

    Pada Pilgub Jabar 2004, tingkat partisipasi masyarakat sebesar 86,19 persen dari daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 26.180.058 jiwa. Kemudian pada Pilgub Jabar 2008, angka partisipasi turun jadi 67,31 persen dari DPT 27.933.259 pemilih. Angka partisipasi pemilih kembali turun pada Pilgub Jabar 2013 menjadi 63,85 persen dengan jumlah DPT 32.440.236 jiwa.

    "Partisipasi masyarakat dalam pemilihan di wilayah Jawa barat, khususnya Pilkada terjadi degradasi atau ada penurunan," kata Komisioner KPU Jabar Nina Yuningsih beberapa waktu lalu.

    Ada beberapa alasan kenapa angka partisipasi pemilih ini turun. Salah satunya disebabkan kekecewaan pemilih terhadap kinerja pemerintah, minimnya kesadaran pemilih itu sendiri dan faktor lainnya. "Ini penyebabnya banyak faktor dan kompleks," ujarnya.

    Hal ini, kata Nina menjadi tantangan tersendiri bagi KPU Jabar untuk mendongkrak angka partisipasi masyarakat dalam Pilgub Jabar 2018. Apalagi secara nasional target angka partisipasi pemilih sebesar 77,5 persen.

    "Ini tantangan, apalagi target nasional itu 77,5 persen. Tapi di Jabar kemungkinan 70 persen saja sudah baik. Karena memang sulit apalagi melihat angka partisipasi 2013 sebesar 63 persen," tandas Nina. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Iriawan: Maknai HUT RI dengan Aksi Nyata
    Indonesia Jadi Tujuan Melanjutkan Pendidikan
    PT KAI Siap Sukseskan Asian Games 2018
    Aher tak Bisa jadi Calon Wakil Gubernur DKI
    RSHS Bandung, RS rujukan Atlet Asian Games 2018
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Dirgahayu Republik Indonesia
      Dirgahayu Republik Indonesia

      PADA 17 Agustus 2018, Indonesia merayakan hari kemerdekaannya yang ke-73 tahun. Memeringati terbebasnya bangsa Indonesia dari penjajahan.

      Advertisement On Google