web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Demiz Kampanye Sambil Ngabuburit di Bogor
    Istimewa Demiz silaturahmi dengan ulama di Kabupaten Bogor.

    Demiz Kampanye Sambil Ngabuburit di Bogor

    JuaraNews, Bogor - Ngabuburit atau menjalani aktivitas sampai waktu buka puasa sudah menjadi budaya masyarakat di Indonesia. Beragam kegiatan dilakukan masyarakat sambil menunggu tibanya waktu adzan magrib.

    Yang menarik aktivitas budaya ngabuburit di masyarakat Indonesia ini kerap dibarengi oleh meningkatnya aktivitas ekonomi. Sebab, di banyak tempat yang biasanya dijadikan lokasi ngabuburit kerap menciptakan perputaran ekonomi yang nilainya tak sedikit.

    Calon gubernur Jawa Barat nomor urut 4, Deddy Mizwar (Demiz) mengatakan, budaya ngabubururit jelang buka puasa di bulan ramadan, selama ini memang dapat meningkatkan perekonomian rakyat.

    "Saya kira budaya ngabubururit ini bisa menambah nilai ekonomi, karena rezeki senantiasa ditebarkan Allah selama ramadan di permukaan bumi ini, khususnya indonesia," ujar Demiz saat acara Ngabuburit di Kabupaten Bogor, Minggu (3/6/2018).

    Selain itu, masyarakat yang membeli makanan, selain untuk dikonsumsi sendiri, juga untuk diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan sebagai wujud infak dan sodaqoh. "Artinya ada sebuah kegiatan ekonomi yang sangat tinggi bukan untuk diri kita sendiri membelinya tapi juga untuk orang lain," ucapnya.

    Ia menambahkan, bulan Ramadhan  merupakan bulan yang penuh berkah bagi masyarakat khususnya umat muslim untuk berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan. "Saya kira ini memang bulan untuk beribadah bersedekah ataupun infak yang sangat besar di bulan ramadhan yang penuh berkah ini," tutup Demiz.(*)

    fan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Jokowi Hadiri Peringatan Hari Santri Nasional
    Rumah James Riady Digeledah KPK
    Wagub Jabar Pastikan Gelar RUPS BJB November
    Soal Bupati Bekasi, Uu Konsultasi dengan Mendagri
    Jabar Butuh 1.500 Penerbangan untuk Layani Umrah
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Advertisement On Google