web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Ini 3 Nama Kandidat Sekda Baru Kota Bandung
    Istimewa Ema Sumarna mendapat nilai tertinggi dari Pansel.

    Ini 3 Nama Kandidat Sekda Baru Kota Bandung

    JuaraNews, Bandung - Panitia Seleksi (Pansel) Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di lingkungan Pemkot Bandung telah merilis hasil akhir Seleksi Terbuka JPTP Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Rabu (30/5/2018).

    Tim Pansel menetapkan tiga nama untuk diajukan kepada Penjabat Sementara Wali Kota Bandung, Muhamad Solihin sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK).

    Ketiga nama tersebut adalah Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Bandung, Mohamad Salman Fauzi, dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Cimahi, Benny Bachtiar.

    Menurut Plt. Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Kota Bandung, Atet Dedi Handiman, ketiga orang tersebut telah melewati serangkaian proses seleksi, yaitu seleksi administrasi, seleksi kompetensi bidang, seleksi kompetensi manajerial, dan wawancara akhir.

    Sedangkan tahapan selanjutnya, PPK akan menentukan satu nama yang terpilih setelah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. “Hal yang dikoordinasikan seputar hasil seleksi. Dikaitkan dengan standar kompetensi yang sifatnya memang betul-betul dibutuhkan wali kota,” tutur Atet.

    Atet mengungkapkan, ada lima hal yang menjadi bahan pertimbangan PPK untuk memilih Sekda definitive. Kelimanya, yaitu kompetensi teknis, kompetensi manajerial, kompetensi bidang, kompetensi sosiokultural, dan rekam jejak.

    Ketiga orang yang lolos, masing-masing memiliki keunggulan kompetensi masing-masing. “Karena walaupun mereka masuk tiga besar tapi nilainya berbeda,” terang Atet.

    Secara administratif, Ema memperoleh nilai tertinggi yaitu 88. Sementara itu, pada uji gagasan tertulis, Salman berada di peringkat pertama dengan nilai 79,14. Sedangkan Benny unggul pada seleksi kompetensi manajerial dengan nilai 81,818.

    “Keputusan kemudian menjadi hak prerogatif Pak Wali Kota. Walaupun di pengumuman 3 besar tidak menggunakan nilai, tapi Pansel memberikan gambaran itu, inilah kekurangan dan kelebihannya, itulah yang dikoordinasikan dengan provinsi,” beber Atet.

    Selain berkoordinasi dengan Pemprov Jabar, PPK juga akan mempertimbangkan hasil rekomendasi dari lembaga-lembaga tertentu terkait rekam jejak dan integritas calon Sekda.

    Tim Pansel yang diketuai oleh Deputi Bidang SDM Aparatur, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Setiawan Wangsaatmaja telah melayangkan surat kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

    Atet belum bisa menetapkan waktu proses penetapan dan pelantikan itu bisa dilakukan. Sebab hal tersebut tidak bisa diprediksi. Namun ia berharap proses tersebut bisa tuntas dalam masa jabatan Penjabat Sekretaris Daerah saat ini yang dijabat oleh Dadang Supriatna.

    “Masa jabatan Pj. Sekda itu sampai maksimal 2 Juli 2018. Kita berharap bisa tuntas segera, jadi tugas Pak Pj. Sekda selesai dan kita sudah punya sekda baru di waktu yang tepat,” harapnya.(*)

    fan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    PR Summit Bandung Kampanyekan #ViralKabarBaik
    Pemkot Kaji Pemberlakukan Sistem Ganjil-Genap
    Kejahatan Marak, Pemkot Bakal Tambah Jumlah CCTV
    Pasar Gedebage Terbakar Lagi, 600 Kios Ludes
    Kota Bandung Raih 2 Penghargaan KDI 2018
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Info Kota