Hingga H+7 Lebaran, Pemkot Akan Intervensi Pasar
Istimewa Peluncuran program 300.000 ayam beku.

Hingga H+7 Lebaran, Pemkot Akan Intervensi Pasar

JuaraNews, Bandung - Pjs Wali Kota Bandung, Muhamad Solihin memastikan, Pemkot Bandung akan terus mengintervensi pasar dengan mendistribusikan ayam beku ini hingga H+7 Lebaran.

Dengan begitu, kata Solihin, warga bisa memiliki pilihan untuk membeli ayam ras dengan harga lebih murah dan kualitas yang baik.

Ia tidak ingin warganya kesulitan harus membeli ayam yang harganya tinggi karena ditentukan oleh spekulan. “Tentu saja ini pilihan yang terbaik karena kualitas juga lebih baik,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bandung, Eli Wasliah memastikan, ayam beku sangat aman untuk dikonsumsi.

“Alasannya karena (daging beku) ini lebih sehat. Ini sudah dibekukan di bawah suhu -4 derajat jadi semua bakteri apapun sudah mati. Dari kualitas lebih tahan, kalau daging sapi empuk karena rigor mortis-nya (kaku) sudah selesai sehingga dia dalam kondisi yang lebih empuk. Enggak masalah,” jelas Eli.

Eli pun memastikan, produk ini menjadi solusi terbaik saat harga ayam di pasaran sudah berada di atas normal. Pemkot Bandung ingin memberi pilihan produk pangan pokok kepada masyarakat dengan harga yang lebih murah.

“Paling penting harga Rp33.000 ini akan bertahan sampai menjelang lebaran. Harga itu paling mahal. Nanti kalau setelah lebaran harus lebih murah,” ujarnya.(*)

fan

0 Komentar
Tinggalkan Komentar
Cancel reply
0 Komentar
Tidak ada komentar
Berita Lainnya
Layanan Q-COMM Pos Indonesia Dongkrak Potensi UMKM
Ridwan Kamil dan OJK RI Bahas Pemulihan Sektor Manufaktur di Tengah Pandemi
Pelabuhan Patimban Ditargetkan Soft Launching Awal November 2020
Balai Wyata Guna Bandung Berikan Sertifkat Barista pada 5 Penyandang Disabiltas
Gubenur: BUMD Harus Jadi Lokomotif Kebangkitan Ekonomi Jabar
Berita Terdahulu

Editorial


    Imani Center
    Buku Wagun

    Data Statik Covid-19


    DATA COVID-19 INDONESIA

    😷 Positif:

    😊 Sembuh:

    😭 Meninggal:

    (Data: kawalcorona.com)

    Ads