Demiz ‘Cemaskan’ Peredaran e-KTP Palsu - JuaraNews Inspirasi Semangat Muda
Pos Indonesia

Hot News


Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Demiz ‘Cemaskan’ Peredaran e-KTP Palsu
    Istimewa Cagub Jabar nomor urut 4, Deddy Mizwar.

    Demiz ‘Cemaskan’ Peredaran e-KTP Palsu

    JuaraNews, Cianjur - Adanya temuan ribuan e-KTP palsu di Kabupaten Bogor turut membuat Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 4, Deddy Mizwar merasa ‘cemas’.

    Sosok yang karib disapa Demiz tersebut menegaskan, pihaknya akan mengawasi secara ketat terkait kasus dugaan e-KTP palsu jelang pelaksanaan Pilgub Jabar pada 27 Juni 2018 mendatang. Sebab e-KTP palsu tersebut bukan tak mungkin adalah upaya pihak tertentu untuk melakukan kecurangan.

    "Ya IT-nya bagaimana di KPUD, kita awasi nanti. Di TPS-nya juga sama, nanti kita beri pembekalan kepada saksi, bagaimana petugs TPS saat menerima KTP palsu," tegas Demiz saat menggelar kampanye di Desa Cidamar, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Senin (28/5/2018).

    Demiz mengaku, telah mendengar kemungkinan beredarnya e-KTP palsu itu sejak tiga bulan yang lalu. Namun belum diketahui kapan dan di mana e-KTP palsu ini akan beredar di Jawa Barat.

    Menurutnya, dari informasi yang diperoleh, e-KTP itu diduga akan disebar di daerah-daerah pinggiran seperti pesisir pantai Jabar Selatan dari Sukabumi, Cianjur dan Garut. Dengan begitu, ia mengingatkan seluruh saksi pemilu termasuk petugas KPPS agar jeli dan berhati-hati terhadap pemilih tak dikenal yang bukan penduduk setempat.

    "Nanti di TPS para saksi kita kasih pembekalan, kalau ada dua tiga orang sudah menggunakan e-KTP tanpa terdaftar, itu harus dicurigai, betul nggak dia warga RT tersebut. Kalau tidak, langsung saja ditangkap," tegasnya.

    Selanjutnya, kata dia, jika sudah memasuki proses penghitungan suara, para saksi juga harus mengamati dengan seksama bagaimana kerja para petugas TPS.

    "Nanti juga kita awasi, bagaimana akumulsi pemungutan suara. KPU juga jangan main-main, bisa masuk penjara. Saya mengingatkan saja," tegasnya.

    Langkah ini pengawasan ini akan diambil, karena peredaran e-KTP palsu tidak menutup kemungkinan akan sangat masif. Pasalnya, dari kasus temuan beberapa waktu lalu, diduga jumlahnya bisa mencapai jutaan e-KTP palsu.

    "Ini jutaan KTP palsu yang masuk di seluruh Jawa barat, bukan sedikit. Yang jatuh kan satu karton, yang jalan satu truk," kata Cagub yang berpasangan dengan Dedi Mulyadi ini.

    Kendati demikian, lanjut Demiz, ia mengaku semakin optimis akan peraihan kemenangan pada 27 Juni mendatang. Demiz mengaku mencoba memaknai dari sejumlah hambatan yang dialaminya selama ini dalam proses Pilgub Jabar 2018 ini.

    "Dengan masuknya e-KTP palsu, dicopotnya alat peraga kampanye kita, tidak diberikannya kesempatan saya mencari nafkah melalui karya sinetron, itu adalah bentuk kedholiman. Karena itu tanda-tanda kemenangan sudah sangat dekat. Maka muncul upaya-upaya supya kita tidak menang," papar Demiz.(*)

    fan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Dampingi Presiden Resmikan Mall, Emil Siapkan Tatanan Normal Baru di Jabar
    Cegah Arus Balik, Penyekatan Perbatasan di Jabar Ditingkatkan
    Tekan Potensi Penyebaran COVID-19 Setelah Idulfitri dengan Tes Massif
    Bani Muhyiddin Pagelaran Tetap Jaga Silaturahmi di Tengah Pandemi Covid-19
    ASN Pemda Provinsi Jabar Mulai Bekerja
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Imani Center

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads