web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Dihantam Gelombang Puluhan Perahu Nelayan Rusak
    net

    Dihantam Gelombang Puluhan Perahu Nelayan Rusak

    JuaraNews, Sukabumi – Diterjang gelombang tinggi puluhan perahu nelayan dipesisir Ujung Genteng, Kecamatan Curacap, Kabupaten Sukabumi, rusak parah. Gelombang pantai selatan yang diwarnai angin kencang secara tiba-tiba memporak-porandakan perahu nelayan yang tengah ditambatkan.

    Kendati tidak menimbulkan korban jiwa, akibat terjangan gelombang tinggi. Para nelayan terpaksa mengevakuasi perahu yang sebagian besar rusak karena terbentur karang dan bangunan Darmaga.

    Mereka diperkirakan merugi hingga lebih dari dua ratus juta rupiah. Hal ini karena bukan hanya perahu yang mengalami keruskaan, melainkan juga motor dan peralatan menjaring ikut hanyut terbawa gelombang.

    Dari data sementara yang diperoleh di Kantor Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pantai Ujung Genteng sebanyak 35 perahu rusak berat. Tiga di antaranya dalam kondisi hancur.

    "Gelombang tinggi yang dipicu angin kencang merusak perahu nelayan sehingga mengakibatkan kerugian mencapai ratusan juta rupiah," tutur salah seorang nelayan Ciracap, Caca.

    Dia mengatakan para nelayan sudah memperkirakan gelombang tinggi. Sehingga saat bencana terjadi tidak menimbulkan korban jiwa, karena nelayan tidak melakukan aktivitas.

    "Tidak ada korban jiwa, hanya saja nelayan belum berani melaut dulu untuk sementara waktu,” kata dia. (*)

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Realisasi Tol Bandung-Tasikmalaya Tergantung Pusat
    Iriawan Dapat Dukungan dari Sesepuh & Ulama Jabar
    Pj Gubernur Jabar Minta KPU Jamin Hak Pemilih
    Kasus Kecelakaan Arus Mudik 2018 di Jabar Turun
    Iriawan Butuh Dukungan dan Kepercayaan Masyarakat
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Selamat Hari Raya Idul Fitri
      Selamat Hari Raya Idul Fitri

      DENGAN rasa suka cita dan senang, kita menyambut Hari Kemenangan, bercampur sedih, karena kita ditinggalkan bulan Ramadan yang penuh berkah.

      Advertisement On Google