ARNADYAKSA, Kapal Selam Mini Buatan Mahasiswa ITB - JuaraNews Inspirasi Semangat Muda
Pos Indonesia

Hot News


Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    ARNADYAKSA, Kapal Selam Mini Buatan Mahasiswa ITB
    Istimewa Kapal selam mini karya mahasiswa ITB.

    ARNADYAKSA, Kapal Selam Mini Buatan Mahasiswa ITB

    JuaraNews, Bandung - Indonesia memiliki potensi kekayaan laut yang luar biasa. Menempati sekitar 70% dari wilayah nusantara, laut Indonesia menjadi lumbung pangan bagi rakyat Indonesia.

    Tidak hanya itu, laut merupakan bentuk pertahanan dan keamanan bagi seluruh rakyat Indonesia yang patut dijaga. Untuk itu, sebagai negara maritim diperlukan eksplorasi dan pemetaan laut Indonesia.

    Ide eksplorasi tersebut datang dari tiga orang mahasiswa Teknik Elektro ITB angkatan 2014. Mereka adalah, Silmi Ath Thahirah A, Albertus Adrian S, dan Muhammad Hanif yang membuat karya tugas akhir (TA) ARNADYAKSA (Autonomous Underwater Hybrid Glider).

    “ARNADYAKSA, wahana bawah air ini mampu mengeksplorasi lautan Indonesia dengan manuver yang tinggi dan daya tahan yang cukup lama,” ujar Adrian dalam siaran pers yang disampaikan Humas ITB, Kamis (24/5/2018).

    Gabungan dari Autonomous Underwater Glider (AUG) dan Autonomous Underwater Vehicle (AUV) ini merupakan salah satu tugas akhir yang dipamerkan mereka di event EE (Electronic Engineering) Days 2018.

    Glider yang dimaksud adalah sebuah “kapal selam” ukuran kecil tanpa awak yang bisa bergerak tanpa motor kovensional. “Benda ini menggunakan prinsip gaya apung Archimedes untuk menunjang mobilisasinya,” ungkap Adrian.

    ARNADYAKSA dilengkapi dengan alat penghisap semacam piston untuk menyedot dan membuang air saat bekerja sehingga ia bisa bergerak maju mundur secara vertikal zig-zag di dalam air. Selain itu, ia juga dilengkapi oleh sensor inersia untuk menjaga keseimbangannya di dalam air agar tidak mengalami kemiringan dalam menentukan koordinat posisi.

    “Inovasi ini berkisar di harga 12-13 juta karena masih dalam tahap prototipe. Kita yakin untuk tahap yang lebih besar bisa mengurangi biaya ini apalagi kalau memungkinan untuk diproduksi secara massal,” terang Adrian.

    Ide glider ini muncul untuk membantu pemerintah dalam mengeksplorasi laut dengan harga yang lebih murah serta mendapatkan cakupan data yang lebih luas dan lebih banyak. ”Glider dapat menjawab permasalahan bahan bakar kapal selam eksplorasi yang saat ini tergolong mahal, dan juga hemat energi karena memanfaatkan fenomena fisis untuk bergerak,” ujarnya.

    Pengambilan data juga dapat dikontrol dari pusat (daratan) ke glider yang berada di dalam air. Sebenarnya beberapa negara telah banyak yang menggunakan glider sebagai alat pengambilan data untuk seismik, salinitas air laut, bathymeter, ataupun penelitian biota laut. “Ini dapat menjadi salah satu solusi kegiatan eksplorasi maritim di Indonesia,” ujar Adrian.

    Meski demikian, dirinya tidak menyangkal, bahwa pengembangan wahana ini harus terus menerus dilakukan untuk meminimalisir kesalahan serta mengoptimalkan biaya produksi glider tersebut. “Kami berharap pemerintah tertarik dan melirik ide kami ini, sehingga tujuan untuk eksplorasi dan penelitian laut dalam dapat cepat tercapai,” pungkasnya.(*)

    fan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    8 Daerah tak Laporkan Penambahan Positif Covid-19
    712 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di RS Darurat Wisma Atlet
    Kementerian Dorong Pemda Selenggarakan PPDB Secara Online
    Ruang Perawatan Covid-19 di Jabar Hanya Terisi 30,21 %. Kenapa?
    KPU Jabar: Tahapan Pilkada Serentak Mulai 15 Juni 2020
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Imani Center

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads