Pemkot Siap Suplai 300.000 Ekor Ayam per Hari - JuaraNews Inspirasi Semangat Muda

Hot News


Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Pemkot Siap Suplai 300.000 Ekor Ayam per Hari
    Istimewa Pj Wali Kota Bandung, Muhamad Solihin (tengah).

    Pemkot Siap Suplai 300.000 Ekor Ayam per Hari

    JuaraNews, Bandung - Pemkot Bandung bertekad menurunkan harga daging ayam dengan cara menyediakan 300.000 ekor ayam per hari untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kota Kembang. Dengan suplai dan stok mencukup, diharapkan harga daging ayam bisa kembali normal.

    “Kita akan menurunkan harga pangan di Bandung. Alhamdulillah, dengan turunnya Satgas Pangan harga ayam ras di pasar tradisional di Kota Bandung turun mendekati harga normal,” ungkap Pj Wali Kota Bandung, Muhamad Solihin.

    Penyediaan pasokan ayam itu hasil kerja sama Pemkot Bandung dengan penyedia daging ayam. Dengan cara ini, diharapkan harga ayam bisa turun hingga Rp33.000.

    Perlu diketahui, harga daging ayam rata-rata di pasar tradisional di Kota Bandung per 22 Mei 2018 berada di angka Rp38.600 atau  turun Rp1.400 dari sebelumnya Rp40.000. Harga tersebut diperoleh berdasarkan survei di delapan pasar, yaitu Pasar Kiaracondong, Pasar Kosambi, Pasar Baru, Pasar Ancol, Pasar Palasari, Pasar Ciwastra, dan Pasar Ujungberung.

    PD Pasar Bermartabat yang mengelola pasokan ayam akan menyalurkan langsung ke pedagang di seluruh pasar tradisional. Para pembeli bisa menikmati ayam yang telah diolah dan dibekukan dengan teknologi yang aman dan higienis. Sedangkan Pemkot Bandung akan secara langsung mengawasi operasional pengolahan ayam potong tersebut.

    “Harus diyakini ayam beku yang dijual adalah ayam yang higienis, dari sisi keamanan bisa terjamin, dari sisi kehalalan dijamin karena kami mengawasi langsung di rumah potong ayam,” tegas Solihin.

    Intervensi ini akan berlangsung secara terus menerus hingga H+7 idulfitri atau sampai harga ayam di pasaran kembali normal. Ini untuk mengantisipasi melonjaknya harga-harga menjelang Idulfitri.

    “Kami hanya ingin memberikan keamanan dan kenyamanan sehingga masyarakat khususnya umat Muslim yang sudah melaksanakan ibadah shaum tidak diganggu dengan harga-harga yang melonjak,” imbuhnya.(*)

    fan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Pemprov Terapkan Protokol Kesehatan di Tempat Perbelanjaan
    Mensos Tinjau Langsung Pembayaran Bansos Tahun 2020 Melalui Pos Indonesia
    Aldrin: Tak Ada Korelasi Omnibuslaw  RUU Cipta Kerja dengan Peningkatan UMKM
    PT KAI Batalkan Semua Perjalanan Jarak Jauh
    Pemprov Jabar Klaim Harga Kebutuhan Pokok Masyarakat Stabil
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Imani Center
      Buku Wagun

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads