web stats service from statcounter

Hot News


  • Berburu Kemenangan di Laga Tandang
    Berburu Kemenangan di Laga Tandang
    • 18 Agustus 2019 | 12:17:00 WIB

    LAGA seru bakal terjadi di di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Minggu (18/8/2019) malam, saat PSM menjamu Persib pada pada Pekan 15 Liga 1 2019

Inspirasi


    Cicendo Kini Jadi Kawasan Ekonomis nan Asri
    Istimewa Camat Cicendo Fajar Kurniawan (kanan).

    Cicendo Kini Jadi Kawasan Ekonomis nan Asri

    JuaraNews, Bandung - Wilayah RW 4 Kelurahan Pajajaran, Kecamatan Cicendo pernah menjadi kawasan kumuh yang kerap terendam banjir karena limpahan Sungai Citepus. Melalui penanganan banjir multidimensional atas kolaborasi warga dan Pemkot Bandung, kini kawasan itu menjadi asri.

    Tak hanya asri, kawasan tersebut kini memiliki lebih produktif. Lalu bagaimana prosesnya? Awalnya, Camat Cicendo Fajar Kurniawan melakukan pendekatan kultural untuk mengajak masyarakat berpartisipasi mengatasi masalah lingkungan. Bermula dari pembersihan sedimentasi sungai hingga pemanfaatan lahan terbuka untuk urban farming.

    “Kami memberdayakan 158 org petugas gorong-gorong dan 95 Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas). Tim ini dioptimalkan sebagai kekuatan fungsional. Nah warga sangat menerima, lalu ikutan,” tutur Fajar.

    "Kami mengangkat sampah dan sedimen sungai menggunakan troli, karena melewati jalan sempit. Itu kita lakukan selama dua bulan,” lanjutnya.

    Proses pembersihan sungai tidak selesai sampai di sana. Kendati sudah dibersihkan, sedimen sungai tetap menumpuk di titik-titik tertentu. Warga kemudian berinisiatif untuk memasukkan tanah sedimen tersebut ke dalam polybag untuk dijadikan media tanam.

    “Sampah anorganiknya dimasukkan ke bank sampah yang sudah kita bentuk. Sedimen lainnya jadi media tanam dimasukkan ke dalam pot-pot,” jelas Fajar.

    Warga kemudian meninggikan kirmir sungai dan memasang paranggong di atas kirmir sepanjang 350 meter. Paranggong itu kemudian digunakan warga untuk menempatkan polybag-polybag tersebut yang telah ditanami tumbuhan sayur.

    “Warga merawat tanaman-tanaman di atas kirmir. Sampai akhirnya bisa dipanen dan dijual. Akhirnya mendatangkan sumber ekonomi untuk masyarakat,” katanya.

    Warga semakin antusias dengan kegiatan urban farming di wilayahnya. Kini setiap keluarga memiliki wilayah urban farming dan mengelolanya sendiri. Beberapa keluarga bahkan menanam tumbuhan di atap-atap rumah mereka.

    Setelah tiga tahun, masyarakat menjadikan urban farming sebagai kegiatan unggulan daerah. Bahkan, banyak yang datang berkunjung ke kawasan tersebut untuk studi tiru atau sekadar membeli sayuran segar hasil bertani warga.(*)

    fan

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Rekayasa Lalu-lintas Jalan Sukajadi Dievaluasi
    Kota Bandung Luncurkan Sekoper Cinta
    Pemkot Bandung Tetap Ingin Kelola Sendiri GBLA
    Pemprov Siap Ambil Alih Pengelolaan Stadion GBLA
    GBLA tak Bisa Dipakai, Ini Kata Menpora

    Editorial


      Info Kota