Habibie Merasa Hubungan dengan Soeharto Baik-baik - JuaraNews Inspirasi Semangat Muda
Pos Indonesia

Hot News


Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Habibie Merasa Hubungan dengan Soeharto Baik-baik

    20 Tahun Reformasi

    Habibie Merasa Hubungan dengan Soeharto Baik-baik

     

    JuaraNews, Bandung – Presiden ke-3 Republik Indonesia Bj Habibie membantah hubungan dengan Soeharto setelah mengundurkan diri dari jabatan presiden tahun 1998, ada masalah. Ia menyatakan, hubungannya dengan Presiden ke-2 RI Soeharto tetap harmonis usai Soeharto menyatakan mundur dari jabatannya sebagai presiden pada 21 Mei 1998 silam.

    "Saya tidak ada masalah dengan Pak Harto," ujar Habibie usai menghadiri diskusi Refleksi 20 Tahun Kebangsaan di Jakarta, Senin (21/5/2018).

    Hubungan Habibie dengan Soeharto pasca reformasi, sebelumnya disebut-sebut memburuk. Soeharto dikatakan enggan bertemu dengan Habibie. 

    Dalam bukunya Detik-Detik yang Menentukan: Jalan Panjang Indonesia Menuju Demokrasi, Habibie pernah menceritakan tentang penolakan Soeharto ketika dia ingin bertemu sesaat setelah dilantik sebagai presiden RI. "Saya pribadi tidak ada masalah dengan Pak Harto dan seluruh keluarganya karena kita orang berbudaya. Jadi, itu juga bukan ajaran agama apapun, mengajarkan bahwa kamu harus bunuh orang, lawan orang, dendam," katanya, seperti dikutip CNN Indonesia.

    Habibie bercerita bahwa sebelum Soeharto menyatakan mundur, dia dan Soeharto sempat berdiskusi untuk membentuk Kabinet Reformasi. Rencananya, menurut Habibie, kabinet itu akan diumumkan pada 21 Mei 1998. Ketika itu sempat terjadi diskusi alot antara Habibie dengan Soeharto terkait nama-nama dalam Kabinet Reformasi.

    Tak menemui titik terang, Habibie menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada Soeharto untuk membentuk Kabinet Reformasi. Kemudian, Soeharto memanggil Menteri Sekretaris Negara Saadilah Mursyid untuk membuat Keputusan Presiden (Keppres) mengenai susunan kabinet baru.

    Tak hanya kabinet, Soeharto juga menyampaikan rencananya untuk mengundang pimpinan DPR/MPR ke Istana Merdeka. Pada acara itulah ia akan mengutarakan niatnya untuk berhenti sebagai Presiden. Pernyataan itu sontak membuat Habibie bingung, sebab saat berbincang membahas susunan Kabinet Reformasi Soeharto tak mengutarakan alasan untuk mengakhiri tugasnya itu. 

    Selain itu, kata Habibie, Soeharto juga tak menyinggung mengenai posisi Wakil Presiden setelah dirinya mundur. Pernyataan penuh misteri itu memunculkan tanda tanya di benak Habibie, hingga Habibie memberanikan diri bertanya, "Pak Harto, posisi saya sebagai Wakil Presiden bagaimana?" ucap Habibie dalam buku Detik-Detik yang Menentukan: Jalan Panjang Indonesia Menuju Demokrasi.

    "Terserah nanti. Bisa hari Sabtu, hari Senin, atau sebulan kemudian, Habibie akan melanjutkan tugas sebagai Presiden," jawab Soeharto. Habibie pun merasa suasana pembicaraan kala itu mulai tak mengenakkan. Kemudian, ia mengalihkan pembicaraan terkait rencana pengunduran diri 14 menteri. (*)

    ude

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Pemudik Mau Balik Lagi ke Jakarta, Harus Tunjukan SIKM
    Update Covid19 (25/05) : 22.750 Positif, 5.642 Orang Dinyatakan Sembuh
    Idulfitri 1441 Hijriah, KBRI Dar es Salaam Bagikan Paket Sembako untuk WNI di Tanzania
    Gubernur Ridwan Kamil Gelar 'Open House' Daring
    Saat Warga Lebaran, Pangandaran Diguncang Gempa Bumi
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Imani Center

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads