web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Bagaimana Bisa Sampah Plastik Diubah Jadi BBM?
    Istimewa Dimas Bagus Wijanarko.

    Bagaimana Bisa Sampah Plastik Diubah Jadi BBM?

    JuaraNews, Bandung - Dimas Bagus Wijanarko menjelaskan bagaimana sampah plastik yang bagi kebanyakan orang terasa tak berguna menjadi berguna. Di tangan Dimas dan rekan-rekannya di komunitas Gerakan Tarik Plastik (Get Plastik), sampah plastik bisa diubah jadi BBM.

    Lalu bagaimana sampah-sampah plastik itu bisa diubah jadi BBM? Dimas menjelaskan dalam proses pembuatannya, dilakukan teknik bernama distilasi bertingkat untuk mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar. Metode yang digunakan adalah pirolisis, yakni proses dekomposisi termokimia bahan organik melalui pemanasan tanpa menggunakan oksigen, atau dengan kadar oksigen sesedikit mungkin.

    Metode ini hanya menghasilkan residu berupa black carbon atau arang yang dapat dengan mudah terurai secara organik, serta gas propylene yang tidak berbahaya. Dimas memerlukan riset selama 4 tahun untuk menggunakan metode ini.

    “Saya bukan akademisi, bukan teknisi, saya berbekal ilmu-ilmu yang saya baca dari artikel saja,” tutur Dimas.

    Ia mengaku bukan pencipta alat ini. Metode pengubahan bahan plastik menjadi bahan bakar ini sudah ada sejak bertahun-tahun lalu. “Saya hanya merakit kembali dan menggunakannya untuk mengampanyekan pengurangan sampah plastik,” akunya.

    Gagasan itu tumbuh berawal dari fakta bahwa Indonesia adalah negara dengan penyumbang sampah plastik ke lautan terbesar kedua di dunia, setelah Tiongkok. Dalam satu tahun, ada 180 juta ton sampah plastik yang dibuang ke laut. Hal itu membuatnya resah. “2014 saya mulai riset dan mengabdikan diri saya total untuk hal ini sampai detik ini,” tuturnya.

    Ia mengatakan, ada banyak cara untuk mengolah sampah plastik. Namun menurutnya, metode ini cukup efektif untuk menghilangkan sampah yang paling sulit terurai itu. “Plastik yang dibuat di Indonesia itu 80-85%-nya adalah minyak. Sisanya itu black carbon atau microplastik. Makanya proses penguraiannya lama karena sebagian besarnya minyak. Sementara itu fossil itu butuh waktu ratusan tahun untuk jadi minyak lagi,” paparnya.

    Dengan mengubahnya menjadi bahan bakar, ia beranggapan bahwa sampah ini akan bernilai ekonomi jika dilakukan penelitian lebih serius. Namun bagi Dimas, yang terpenting saat ini adalah mengurangi sampah itu agar tidak terus menumpuk. “Kalau dibakar justru lebih berbahaya. Residunya jadi karbonmonoksida yang berbahaya, masuknya ke sampah B3,” katanya.

    Minyak yang dihasilkan dari hasil distilasi ini bisa berupa solar, premium, maupun minyak tanah. Kendati begitu, nilai oktan yang terdapat pada hasil distilasi ini belum sama dengan standar yang diberlakukan oleh Pertamina. “Ini nilai oktannya hanya 82, di bawah premium. Tapi bilangan oktan tidak mempengaruhi kinerja karena mesin yang saya pake 2 tak,” tuturnya.

    Usai mempraktekkan metode distilasi di Bandung, Dimas langsung bertolak ke Rajagaluh, Majalengka. Melewati 15 titik pemberhentian, Dimas dijadwalkan akan tiba di Bali pada tanggal 30 Juni 2018.(*)

    fan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Emil Jual Baju untuk Sumbang Gempa Lombok
    Pemkot Tingkatkan Sosialisasi Stop Ngebut di Jalan
    Cegah Penyebaran Narkoba, BNN Gelar Sosialisasi
    Oded Bertekad Jadikan Bandung Bebas Sampah
    Emil bakal Bawa Beberes Bandung jadi Beberes Jabar
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Dirgahayu Republik Indonesia
      Dirgahayu Republik Indonesia

      PADA 17 Agustus 2018, Indonesia merayakan hari kemerdekaannya yang ke-73 tahun. Memeringati terbebasnya bangsa Indonesia dari penjajahan.

      Info Kota

      Pilwalkot Bandung 2018