web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Dilarang KPI, Demiz: Korbannya Tak Hanya Saya
    Istimewa Cagub Jabar nomor urut 4 Deddy Mizwar (kiri).

    Dilarang KPI, Demiz: Korbannya Tak Hanya Saya

    JuaraNews, Bandung - Kebijakan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) melalui surat edaran No 68/2018 yang melarang setiap calon kepala daerah melakukan kampanye melalui seni drama, sinetron, maupun seni peran lain di layar televisi, cukup membuat Calon Gubernur Jawa Barat nomor 4, Deddy Mizwar meradang sekaligus menyayangkan.

    Menurut sosok yang akrab disapa Demiz tersebut, langkah KPI telah menghilangkan karakter yang diperankannya dalam sinteron bulan Ramadan 'Cuma di Sini' dengan alasan kental bermuatan materi kampanye Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar 2018.

    Demiz menjelaskan, langkah somasi terhadap KPI terus berjalan dengan harapan memberikan ruang bermain sinetron. Pasalnya, Deddy yang saat ini cuti dari tugas Wakil Gubernur Jawa Barat, mengutamakan main sinetron sebagai mata pencaharian keluarga.

    "Somasi berjalan terus, jadi orang tidak boleh mencari nafkah oleh KPI. Saya kan cuma bisa main sinetron, kedua, saya sebagai umat Islam tidak boleh syiar, dakwah, ini sangat menyedihkan," ujar Demiz di Kabupaten Bekasi, Sabtu (19/5/2018).

    Menurutnya, profesionalitas KPI dalam mencermati materi skenario yang ditayangkan apakah banyak bermuatan kampanye Pilgub Jabar, seharusnya dilakukan. Sebab, dalam film tersebut lanjut Demiz, menggambarkan kehidupan sosial bermasyarakat Ibukota Jakarta.

    "Semestinya semua calon kepala daerah boleh main sinetron, main film yang penting adalah kontennya tidak boleh ada kampanye. Contohnya, semua orang boleh main golf, tapi waktu pertandingan golf jangan ada unsur kampanye. Semua orang boleh ke masjid, tapi jangan kampanye di masjid. Kan di masjid dilarang kampanye, di pesantren dilarang kampanye, tapi bukan berarti kita tidak boleh ke pesantren, ke masjid," katanya.

    Demiz menambahkan, dampak langkah KPI tidak hanya merugikan dirinya, melainkan para pemain di sinetron 'Cuma di Sini' sebagian berhenti. “Jadi ini sangat diskriminatif, cenderung ada tendensi yang merugikan, sebab tidak hanya saya saja yang tidak boleh main. Ada beberapa pemain tidak bisa main dalam film saya, dia off dan penghasilannya pun off. Jadi bukan saya saja korbannya," terangnya.

    Deddy menegaskan, kondisi tersebut sangat disayangkan terjadi di lingkungan KPI yang dimana sinetron yang disiarkan bermuatan edukasi rohani di Bulan Suci Ramadhan. "Gak ada gambaran Jawa Barat, gak ada kampanye. Ini kan kota besar masyarakat urban. Insya Allah KPI bisa banyak belajar lagi ke depannya, agar tidak menginjak-nginjak HAM, banyak merugikan orang. Yang penting bukan kalah atau menang, tapi melawan kedzaliman," tegas Deddy.(*)

    fan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Realisasi Tol Bandung-Tasikmalaya Tergantung Pusat
    Iriawan Dapat Dukungan dari Sesepuh & Ulama Jabar
    Pj Gubernur Jabar Minta KPU Jamin Hak Pemilih
    Kasus Kecelakaan Arus Mudik 2018 di Jabar Turun
    Iriawan Butuh Dukungan dan Kepercayaan Masyarakat
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Selamat Hari Raya Idul Fitri
      Selamat Hari Raya Idul Fitri

      DENGAN rasa suka cita dan senang, kita menyambut Hari Kemenangan, bercampur sedih, karena kita ditinggalkan bulan Ramadan yang penuh berkah.

      Advertisement On Google