web stats service from statcounter

Hot News

  • Gomez Waspadai 2 Pemain PSIS Ini
    Gomez Waspadai 2 Pemain PSIS Ini
    • 16 November 2018 | 11:12:00 WIB

    MARIO Gomez mewaspadai ketajaman dou striker PSIS yang akan dihadapi tim Maung Bandung, Magelang, Minggu (18/11/2018).

Inspirasi

    6 Pelaku Bom Surabaya Berasal dari 1 Keluarga
    net

    6 Pelaku Bom Surabaya Berasal dari 1 Keluarga

    JuaraNews, Surabaya - Polisi berhasil mengidentifikasi 6 pelaku pemboman 3 gereja di Surabaya yang terjadi pada Minggu (13/5/2018) pagi.

    Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menyebutkan, pelaku aksi teror bom bunuh diri di Gereja Katolik Santa Maria Tak Tercela di Jalan Ngagel, Gereja Kristen Indonesia (GKI) Wonokromo di Diponegoro, dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Jalan Anjuna, merupakan 1 keluarga yang terdiri dari suami, istri, dan 4 anaknya. Ledakan bom di 3 gereja ini mengakibatkan 17 orang tewas, termasuk 6 pelaku, dan 21 orang mengalami luka-luka.

    "Pelaku bom di Gereja GPPS Arjuno adalah suami dari pelaku bom di Gereja GKI Diponegoro, namanya Dita Uprianto," terang Tito Karnavian saat menggelar jumpa pers di RS Bhayangkara Polda Jatim, Minggu (13/5/2018).

    Sedangkan pelaku bom di GKI Diponegoro, bernama Puji Kustini yang merupakan istri Dita. "Si istri ini (Muji) melakukan pengeboman bersama 2 anaknya, Fadila Sari berusia 12 tahun dan Pamela Riskita berusia 9 tahun," jelasnya.

    Tito menyebutkan, sebelumnya melakukan aksinya di GPPS Arjuno, Dita menurunkan istri dan kedua anak perempuannya di GKI Diponegoro. Di sana, ketiganya melakukan aksi bom bunuh diri. Sementara 2 pelaku yang membawa sepeda motor di Gereja Santa Maria, merupakan 2 anak laki-laki Dita.

    "Yang di Gereja Santa Maria Tak Bercela Ngagel, itu juga 2 orang laki-laki yang diduga putranya. Masing-masing Yusuf Fadhil 18 tahun dan Firman Halim 16 tahun," ujar Tito.

    Aksi Balas Dendam dan Terkait ISIS
    Tito menambahkan, pengeboman 3 gereja ini ada hubungannya dengan kerusuhan di Rutan cabang Salemba di Kompleks Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Selasa-Kamis (8-10/5/2018) lalu. Tito menyebut, pascarusuh sel-sel kelompok teroris marah dan melakukan pembalasan.

    "Peristiwa di Rutan Mako Brimob dengan adanya kerusuhan itu, membuat kelompok sel-sel lain yang mereka memang sudah maunya panas. Karena tadi ada instruksi dari ISIS di Syria, maupun pimpinannya tertangkap. Mereka mengambil momentum untuk melakukan pembalasan itu," papar Tito.

    Tito menjelaskan, pascarusuh napi, Polri melakukan penangkapan terduga teroris. Pada Kamis (10/5/2018), Polri menangkap 4 terduga teroris, satu di antaranya tewas ditembak, karena berupaya melawan polisi saat penangkapan.

    Ada juga penyerangan yang dilakukan kepada Bripka Marhum Frence pada Jumat (11/5/2018). Pelakunya Tendi Sumarno ditembak mati seusai menusuk Bripka Frence di kawasan Mako Brimob. Selanjutnya penangkapan kelompok teroris di Cianjur.

    Tito pun menduga bom bunuh diri kali ini berkaitan dengan ISIS di Suriah. Menurutnya, ISIS secara global sudah terdesak oleh AS dan Rusia. Pelaku teror ini tak lepas dari Jamaah Ansarut Tauhid (JAT) dan Jamaah Ansarut Daulah (JAD) yang merupakan pendukung utama ISIS di Indonesia. Di Surabaya sendiri, keluarga pengebom 3 gereja terkait dengan JAD yang dipimpin Dita Sopriyanto yang baru saja pulang dari Suriah.

    "Kelompok pelaku yang ada ini, yang satu keluarga ini terkait dengan sel JAD yang ada di Surabaya. Dia-lah ketuanya, Dita ini," kata Tito.

    ISIS Mengaku Bertanggung Jawab Atas Bom 3 Gereja di Surabaya

    Situs Siteintelgroup memuat klaim ISIS sebagai dalang 3 bom di Surabaya

    Keterlibatan dalam pengeboman 3 gereja tersebut pun diakui oleh ISIS. Di situs Siteintelgroup.com, Minggu (13/5/2018), tertulis dalam bahasa Inggris, "Amaq News Regency melaporkan, ISIS bertanggung jawab atas 3 bom bunuh diri di gereja di Surabaya, Indonesia."

    Amaq News merupakan kantor berita ISIS. Amaq memposting tulisan itu dengan tulisan Arab melalui aplikasi Telegram. Kemudian tulisan itu diterjemahkan dan dimuat di situs komunitas intelijen antiteroris, Siteintelgroup.com.

    Polisi Gerebek Rumah Pelaku
    Pascateridentifikasinya para pelaku bom di 3 gereja, Densus 88 menggerebek rumah Dita Supriyanto di Perumahan Wisma Indah Blok KK No 22, Wonorejo, Rungkut Surabaya, Minggu (13/5/2018) malam. Di lokasi, petugas menemukan 4 bom aktif yang selanjutnya diledakkan. Juga ditemukan busur dan anak panah. "Masih ada bom di situ," kata Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan.

    Di Rumah Teroris Bom Gereja Ditemukan Busur dan Anak Panah

    Petugas Gegana mengamankan bom di rumah pelaku

    Rudi menjelaskan busur panah yang ditemukan itu diduga sering dipakai. Saat polisi merangsek, rumah dalam kondisi kosong dan berantakan. "Ada beberapa anak panah dan busur panah," jelas Rudi.

    Selain itu ditemukan berbagai buku, tulisan-tulisan dalam kertas dan pesan-pesan. "Terlihat sudah ditemukan. Ada beberapa buku, ada tulisan-tulisan dan pesan-pesan," kata dia.

    Sebelumnya, polisi merelokasi warga di sekitar rumah pelaku. Bom diledakkan di areal di dekat rumah yang telah disterilkan. Meski bom sudah diledakkan, namun polisi tetap tidak mengizinkan warga untuk mendekat. Tampak police line melingkari lokasi dan depan perumahan tersebut.

    Pelaku Bom Bunuh Diri
    Gereja GPPS Arjuno: Dita Uprianto
    GKI Diponegoro: Istri Dita, Puji Kuswati bersama 2 anaknya, Fadila Sari (12) dan Pamela Riskita (9)
    Gereja Katolik Santa Maria: Yusuf Fadhil (18) dan Firman Halim (16), putra dari Dita. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Sandi Minta Relawan Kerja Keras dan Kerja Cerdas
    Emil: RPJMD Kumpulan Aspirasi Warga Jabar
    Walhi Jabar Nilai Musrenbang RPJMD Cacat Subtansi
    Jabar Pererat Kerja Sama dengan Wallonia
    Jabar akan Miliki Badan Ekonomi Kreatif Daerah
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Advertisement On Google