web stats service from statcounter

Hot News


  • Jatinangor Mendadak Banjir, Warga Panik
    Jatinangor Mendadak Banjir, Warga Panik
    • 29 Februari 2020 | 05:00:00 WIB

    LUAPAN air sungai Cikeruh akibat hujan yang terjadi Jumat (28/2/2020) siang mengakibatkan banjir dadakan di kecamatan Jatinangor.

Inspirasi


    Tiner Cat Disinyalir Dipakai Bahan Miras Oplosan
    net

    Tiner Cat Disinyalir Dipakai Bahan Miras Oplosan

    JuaraNews, Sumedang - Polres Sumedang menduga tiner (bahan pengencer cat) di toko bangunan digunakan untuk mengoplos miras. Untuk itu pengawasan terhadap pembelian tiner akan diperketat.

    "Pengawasannya tak hanya di apotek yang menjual alkohol murni 70%, melainkan juga di toko bangunan yang menjual tiner. Tak menutup kemungkinan, tiner dipakai untuk bahan campuran meracik miras oplosan," ujar Kapolres Sumedang Ajun Komisaris Besar Hartoyo. 

    Penggunaan tiner untuk bahan campuran miras oplosan, mungkin saja terjadi. Sebab, ketika pengawasan apotik yang menjual alkohol 70% kini semakin diperketat, kemungkinan para pelaku pembuat oplosan mengalihkan bahan campurannya dengan menggunakan tiner dari toko bangunan. 

    "Oleh karena itu, kemungkinan penggunaan tiner untuk bahan campuran miras oplosan harus diawasi bersama,” tegasnya.

    Penjualan miras oplosan dinilai terjadi kenaikan yang cukup signifikan. Meningkatnya penjualan ini terkait erat dengan langka dan mahalnya miras di pasaran. Di tengah relatif mahalnya miras kemasan, sehingga para pelaku mencari jalan pintas dengan membuat miras oplosan yang harganya jauh lebih murah dari miras kemasan. (*)

     

    yan

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Jatinangor Mendadak Banjir, Warga Panik
    Dadang Kurniawan: Jawa Barat Perlu Tambah Rumah Sakit
    Pemprov Jabar Akan Mendata Warganya yang Tertahan di Turki dan Jedah
    Segera, KOPDAR Gubernur dengan Instansi Vertikal di Wilayah Jabar
    PZU dan YBM Bedah 10 Rumah Tidak Layak Huni

    Editorial