web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Napi Teroris Sempat Rakit Bom di Rutan Mako Brimob
    net Komjen Pol Sjafruddin saat konferensi pers

    Napi Teroris Sempat Rakit Bom di Rutan Mako Brimob

    JuaraNews, Depok - Wakapolri Komjen Pol Sjafruddin memastikan semua narapidana terorisme di Rutan Cabang Salemba di Kompleks Mako Brimob, Kelapa Dua Depok, sudah menyerahkan diri dan kerusuhan sudah bisa ditangani dengan baik.

    Operasi yang dipimpin Komjen Sjafruddin sebagai Dan Satgas, berhasil mengamankan situasi termasuk mengambil alih kembali persenjataaan yang sempat dirampas para teroris dari petugas. Dalam proses penanggulangan kerusuhan ini, sebanyak 155 napi terorisme menyerahkan diri, dan 1 napi atas nama Beni Samsu Trisno tewas. Setelah memberikan ultimatum untuk menyerahkan diri, sebanyak 145 napi akhirnya mau menyerahkan diri dengan suka rela.

    Namun ada 10 napi yang menolak menyerahkan diri dan bertahan di salah satu blok di dalam rutan. Akhirnya pasukan Brimob pun melakukan penyerbuan hingga akhirnya ke-10 napi menyerahkan diri. Proses penyerbuan tersebut, diwarnai dengan beberapa kali ledakan dan rentetan tembakan.

    Sjafruddin menjelaskan, ledakan yang terdengar sebanyak 2 kali tersebut merupakan peledakan yang sengaja dilakukan petugas untuk memusnahkan bom. Menurut Wakapolri, bom-bom tersebut merupakan hasil rakitan para napi yang sempat menguasai rutan sekitar 36 jam sejak Selasa (8/5/2018) malam.

    Bom dan bahan-ba. han bom tersebut dirampas dari petugas di tempat penyimpanan di kawasan rutan yang belum digudangkan. Termasuk sekitar 30 pucuk senjata berbagai jenis. "Itu adalah sterilisasi. Ternyata, selama 40 jam penyandaran, mereka merakit bom," ujar Sjafruddin didampingi Dankorp Brimob Polri Irjen Pol Rudi Sufahriadi saat jumpa pers seusai memimpin apel pasukan di lapangan depan rutan di Mako Brimob, Kamis (10/5/2018) pagi.

    Seusai kerusuhan diatasi dan semua napi terorisme yang menghuni Blok B dan C menyerahkan diri, jelas Sjafussin, selanjutnya mereka akan dipindahkan ke Lapas Nusakambangan. "Sudah, mereka sudah dipindahkan, sekarang sedang dalam perjalanan," ucapnya.

    Sebelumnya, Menko Polkam Wiranto juga menegaskan, pemerintah Indonesia tidak melakukan negosiasi dengan teroris. Menurutnya, yang terjadi adalah penanggulangan yang dilakukan pasukan Brimob Polri yang dipimpin Dan Satgas Komjen Pol Sjafruddin. Para teroris menyerahkan diri setelah diberikan ultimatum.

    "Kita beritaka ultimatum dalam waktu tertentu. Dan sebelum fajar, 145 napi menyerahkan diri, namun ada 10 yang bertahan, sehingga diputuskan pasukan melakukan penyerbuan, dan akhirnya yang 10 juga menyerahkan diri," jelas Wiranto di Media Center Mako Brimob.

    Wiranto menegaskan, insiden ini menjadi pelajaran bagi bangsa Indonesia untuk tetap waspada terhadap terorisme. "Saat ini tidak pelru salah meyalahkan, tapi dijadikan pelajaran untukltetap waspada terhadap terorisme. Kita butuh stabilitas keamana, apalagi tahun-tahun ini ada even-even yang digelar, seperti Asian Games tahun ini, tahun depan ada pilpes dan pileg," tandas Wiranto.

    Sebelumnya diberitakan, kerusuhan di Rutan cabang Salemba menyebabkan 5 anggota Polri meninggal dunia, dan 4 lainnya mengalami luka. Di pihak penyandera, 1 napi teroris juga tewas.  Kelima anggota Densus 88 Antiteror Mabes Polri, yakni riptu Luar Biasa Anumerta Fandi Setio Nugroho, Briptu Luar Biasa Anumerta Syukron Fadhli, Briptu Luar Biasa Anumerta Wahyu Catur Pamungkas, Iptu Luar Biasa Anumerta Yudi Rospuji Siswanto, dan Aipda Luar Biasa Anumerta Denny Setiadi. Jenazah kelima petugas tersebut baru bisa dievakuasi ke luar rutan dan Mako Brimob pada Rabu (9/5/2018) siang.

    Seorang petugas yang berhasil dibebaskan, yakni Bripka Iwan Sarjana yang sempat disandera para napi terorisme selama lebih kurang 29 jam. Iwan yang menderita sejumlah luka langsung dilarikan ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Di lain sisi, satu napi terorisme bernama bernama Beni Samsu Trisno. Beni yang merupakan napi untuk kasus teroris di Pekanbaru ini terpaksa dilumpuhkan polisi karena berusaha merebut senjata milik petugas. (*)s

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    PPBN Pramuka Bentuk Generasi Muda Patriotik
    Proyek Bendungan Leuwikeris Paket 1 Sudah 30%
    Pemprov Cairkan Bonus untuk Atlet Paralimpik
    Pindah Ke Nasdem, Darus Mundur dari DPR RI
    Pemprov Upayakan Perpanjangan Runway Wiriadinata
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Selamat Memilih
      Selamat Memilih

      PEMILIHAN Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 resmi dihelat Rabu, 27 Juni 2018 ini.

      Advertisement On Google