web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Gubernur Aher Raih Gelar Doktor dari Unpad
    net Aher menyampaikan disertasi dalam sidang promosi

    Gubernur Aher Raih Gelar Doktor dari Unpad

    JuaraNews, Bandung - Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mendapat gelar doktor bidang Studi Ilmu Manajemen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung.

    Aher lulus dengan predikat cum laude yang didapatnya setelah menjalani Sidang Promosi Doktor di Kampus Unpad, Jalan Dipatiukur Kota Bandung, Rabu (9/5/2018). Judul disertasi yang dikerjakan Aher, yakni 'Model Keberlanjutan Bisnis Di Daerah Aliran Sungai Citarum, Indonesia'.

    Dalam sidang yang dihadiri ratusan tokoh masyarakat dan akademisi tersebut, Aher mempertahankan disertasinya dengan menjawab semua pertanyaan tim promotor dan profesor lainnya.

    “Sidang dinyatakan lulus cumlaude, rasa syukur tak terhingga atas tahapan keberhasilan ilmiah yang diperoleh,” ujar Aher.

    Aher pun menyampaikan terima kasihnya kepada tim promotor, para profesor,dan guru besar, serta Rektor Unpad Tri Hanggono Achmad yang telah membimbingnya dalam menyelesaikan studi doktor tersebut.

    Selama kuliah 2 tahun 3 bulan, kata Aher, dirinya didorong bukan hanya meraih nilai akademis yang baik, namun juga untuk menjadikan Jabar berbagai daerah yang mendapat peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

    "Saya bisa buktikan sekarang, pada 2008 IPM Jabar peringkat 16, di bawah provinsi besar seperti Jateng dan Jatim. Dan kini jadi ranking 10, melampaui Jateng dan Jatim," kata Aher dalam sambutannya seusai pemberian surat tanda gelar doktor.

    Aher akan menjalani wisuda pada Agustus 2018. Meski demikian, ia telah resmi dinyatakan menyandang gelar doktor. "Silakan ganti nama di kartu nama, ditambah gelar," kata Rektor Unpad Tri Hanggono Achmad.

    Sebelum tahap penelitian, Aher harus terlebih dulu kuliah 2 semester. Di Semester 1, Aher belajar materi seputar Ilmu Manajemen dan martikulasi. Di Semester 2, dia belajar ilmu untuk memperkuat metodologi penelitian, semisal filsafat ilmu, teori building, dan statistik.

    “Tamat Semester 2, saya harus menyiapkan rancangan sampai Bab 3, ketika kuliah selesai setahun,” ujarnya.

    Meski mengaku senang dan lega karena sidang disertasi sudah selesai, Aher mengaku penelitian ini harus dilanjutkan. Alasannya, ada variabel yang belum dilibatkan dalam penelitian ini.

    “Ini kan penelitian mengacu menggunakan variabel utamanya hanya dua, pengaruh regulasi dan pengaruh strategi bersaing terhadap nilai air yang berpengaruh pada kinerja bisnis berkelanjutan. Saya belum meneliti perilaku sosial masyarakat,” papar Aher.

    Menurutnya variabel tersebut sangat penting dalam penelitian. Tujuannya, agar hasil penelitian dapat dijadikan rujukan untuk membangun budaya bersih masyarakat melalui pendekatan regulasi.

    Aher mengaku penulisan disertasi mengenai Citarum dilatarbelakangi kegalauannya dalam penyelesaian masalah Sungai Citarum.

    “Meski saya tidak mengungkapkan, kegalauan mengenai Citarum itu ada, bagaimana menyelesaikan Citarum, yang sudah puluhan tahun tidak terselesaikan. Ini tugas masyarakat kita semua, bukan tidak mungkin tugas hanya seorang. Tidak mungkin hanya tugas provinsi saja, tanpa didukung stakeholder lain,” papar Aher.

    Penyelesaian Citarum, kata Aher, perlu dukungan dari semua pihak, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengusahan dan stakeholder lainnya. Lembaga pemerintah pusat yang ada di daerah semisal BBWS, Bapedas, Perhutani, dan PTPN, juga harus turut andil menyelesaikan masalah Citarum.

    Karena itu, menurut Aher perlu dibuat kelembagaan yang kuat untuk mengoordinasikan kerja pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan stakeholder lainnya. Kelembagaan tersebut, akhirnya terwujud dalam bentuk Perpres nomor 15 tahun 2018.

    “Di pusat ada Menko Maritim, sebagai kooridnator nasional, membawahi di daerah ada satgas daerah yang menjadi bagian dari koordinator di atas, Satgas Citarum Harum di daerah yaitu Gubernur Jabar. Kemudian wakilnya, Pangdam dan Kapolda. Di bawahnya, semua stakeholder termasuk penegak hukum, industri, BBWS, dan lain-lain,” ujarnya. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Jabar Pererat Kerja Sama dengan Wallonia
    Jabar akan Miliki Badan Ekonomi Kreatif Daerah
    Ineu Dinobatkan sebagai Champion Gender 2018
    Jabar Raih Penghargaan Provinsi Informatif
    Pemprov Sosialisasikan Pergub Kawasan Geopark
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Advertisement On Google