web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Balai Arkeolog Cari Sisa-Sisa Artefak di Goa Pawon
    net

    Balai Arkeolog Cari Sisa-Sisa Artefak di Goa Pawon

    JuaraNews, Bandung Barat – Balai Arkeologi Jabar kembali mencari keberadaan sisa-sisa artefak manusia purba di Goa Pawon. Tim gabungan melakukan kegiatan eskavasi di Goa Pawon yang merupakan salah satu cagar alam yang dilindungi pemerintah.

    Ketua Balai Arkeolog Jawa Barat, Lutfi Yondri menyebutkan, karakteristik Goa Pawon yang berada di kawasan karst Citatah inibmerupakan jenis goa multifungsi. Artinya di zaman manusia purba goa ini bisa dipergunakan sebagai tempat penguburan dan juga lokasi menetap para penghuninya.

    "Karena multifungsi itu maka bisa jadi banyak artefak-artefak atau perkakas yang terkubur. Khususnya di loksi yabg dijadikan tempat penguburan yang jarang digunakan untuk aktivitas," tuturnya di sela-sela eskavasi. 

    Dijelaskannya, aktivitas penguburan yang dilakukan oleh manusia purba Pawon telah ditemukan dari adanya temuan kerangka pada 2017 di kedalaman 12 meter. Sebanyak tujuh manusia purba Pawon yang telah ditemukan Balai Arkeolog, memiliki budaya yang sama dalam hal penguburan. Seperti dengan posisi penguburan pola kaki terlipat dari periode 5.600 SM sampai 9.500 SM dengan bagian kepala ke arah sisi barat laut dan wajah ke sisi timur.

    Kemudian pada periode 10 ribuan sudah beda lipatan kakinya dengan kedua kaki kiri kanan, dan badan serta wajah ke arah timur. Sedangkan periode 12 ribu lipatan kakinya sangat rapat, tapi tetap orientasi wajah ke arah timur. "Kalau untuk sekarang strategi penggaliannya kami perluas eskavasinya secara vertikal untuk mencari artefak kebudayaan yang ditemukan setelah 2017," ucapnya. 

    Menurutnya pada kesempatan eskavasi ini Balai Arkeolog dibantu oleh Fakultas Kedokteran Unpad, Forensik, mahasiswa UI yang sedang skripsi, dan warga lokal. Rencananya proses eskavasi kali ini akan berlangsung hingga 21 Mei 2018.  "Kami terus berupaya mencari tahu dan memecahkan kehidupan di tataran Jabar purba untuk ketahui sisa budaya artefaknya yang diperkirakan sudah mencapai 1,8 juta tahun prasejarah," pungkasnya. (*)

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Tak sesuai Standar, Kemenhub Tutup Unit Uji KIR
    Pimpin KBB, Akur Siap Jawab Keraguan Masyarakat
    Apdesi KBB Minta Plt Bupati Tidak Lakukan Mutasi
    Terlalu Banyak, Dana Bantuan ke LSM Tak Merata
    Hotel di Lembang Sepi karena Pengaruh Macet
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Info Kota

      Pilwalkot Bandung 2018