web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Angkot di Bandung Mogok, Ini Langkah Polrestabes
    Republika.co.id Ilustrasi.

    Angkot di Bandung Mogok, Ini Langkah Polrestabes

    JuaraNews, Bandung - Jajaran Polda Jabar, Kodam III Siliwangi dan Dishub Jabar mengantisipasi dampak dari aksi mogok angkutan kota/umum (angkot) yang rencananya dilakukan selama tiga hari mulai Selasa (8/5/2018) besok.

    Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah menyediakan armada kendaraan untuk mengangkut penumpang yang terlantar akibat aksi mogok angkutan umum. Hal itu terungkap dalam rapat koordinasi yang dilakukan Polda Jabar, Polrestabes Bandung, Dishub Jabar, dan TNI.

    Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Hendro Pandowo mengatakan, dalam rapat koordinasi dengan Dishub Jawa Barat, dan TNI, transportasi gratis akan disiapkan di titik-titik tertentu.

    "Dari Dishub, TNI, Polda akan siapkan sarana transportasi, itu dampak dari unras yaitu dampak sosial terlantarnya penumpang sehingga di titik tertentu kita siapkan. Kami sampaikan kepada masyarakat besok ada unras angkutan konvensional sehingga maksimalkan angkutan pribadi," kata Hendro dilansir Galamedianews.com, Senin (7/5/2018).

    Hendro mengatakan, jajarannya juga akan melakukan pengawalan terhadap angkutan umum yang masih beroperasi. Dia berharap tidak ada tindakan melanggar hukum dari peserta aksi besok.

    "Kita sudah menyusun rencana pengamanan melibatkan kurang lebih 2.500 personel. Konsep pengamanan kita lakukan pengawalan dari mulai persiapan menuju ke objek yang dituju. Dan setiap angkutan yang beroperasi kita lakukan pengawalan," ucap Hendro.

    Di samping itu, lanjut Hendro, pihaknya juga mengantisipasi aksi sweeping. Selain mencegah sweeping dengan polisi bermotor, pihaknya juga menempatkan dua anggota di dalam bus.

    Aksi unjuk rasa dan mogok yang diinisiasi Wadah Aliansi Aspirasi Transportasi (WAAT) ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap Permenhub No 108/2017 tentang angkutan sewa khusus berbasis online atau plat hitam yang belum terealisasi.

    "Jumlah massanya masih dikalkulasi, tapi infonya dari korlap 8 ribu sampai 10 ribu. Pemberitahuan tiga hari, tapi semoga sehari ada solusi sehingga gak sampai selesai tiga hari, hari pertama secepatnya jam 11 siang sudah selesai," ucap Hendro.(*)

    fan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Kejahatan Marak, Pemkot Bakal Tambah Jumlah CCTV
    Pasar Gedebage Terbakar Lagi, 600 Kios Ludes
    Kota Bandung Raih 2 Penghargaan KDI 2018
    Puskesmas PONED Bakal Dibangun di tiap Kecamatan
    Emil Jual Baju untuk Sumbang Gempa Lombok
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Info Kota