Pos Indonesia

Hot News


Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Perizinan Investasi di Jabar Perlu Dibenahi
    Istimewa Dialog Paslon Gubernur Jabar dengan pelaku bisnis.

    Perizinan Investasi di Jabar Perlu Dibenahi

    JuaraNews, Bandung - Membenahi proses perizinan investasi agar lebih mudah diyakini akan mengubah iklim investasi yang lebih kondusif karena akan mendongkrak minat investor untuk menanamkan modalnya di Jawa Barat.

    Pandangan itu disampaikan Calon Gubernur Jabar nomor urut 4 Dedy Mizwar (Demiz) usai menghadiri Dialog Paslon Gubernur dengan pelaku bisnis provinsi Jabar di Hotel Marriott, Jalan Ir. Djuanda, Kota Bandung, Sabtu (5/5/2018).

    Menurut Demiz, saat ini proses perizinan investasi masih menjadi kendala utama dalam pengembangan perekonomian khususnya di Jabar. Penyebabnya karena tidak ada kepastian hukum bagi para investor, mulai batas awal pengajuan perizinaan sampai keluarnya perizinan.

    "Mungkin di pemerintahan daerahnya menjadi problem kenapa begitu lama, apa persoalannya? Mungkin dari pengawasan langsungnya tidak terdeteksi, sehingga pengajuan lebih lama. Orang (investor) sudah memenuhi syarat digantung-gantung," ujarnya.

    Untuk itu, proses pengurusan perizinan investasi ke depanya harus diperbaiki, supaya ada kepastian hukum bagi pihak investor.

    "Saya kira pelayanan publik harus dimulai dari pemerintah. Dalam investasi, investor juga mempunyai mitra investasi di luar negeri, sehingga memerlukan kepastian hukum. Berapa lama saya mau investasi di sini?" kata Demiz.

    Demiz mengatakan, perkembangan ekonomi sudah menjadi prioritas utama kepemimpinan dengan empat sektoral yakni konsumsi masyarakat, investasi, ekspor, dan kebijakan fiskal. "Kalau salah satunya di antaranya ada hambatan atau tidak deal, maka pertumbuhan juga akan tersendat itu sudah pasti," ucap Demiz.

    "Kalau gak, ini nonsen (sulit). Tidak bisa dijalankan, pertumbuhan juga semakin tersendat, fiskal juga gak bakal tumbuh, ekspor apalagi, apa yang mau diharapkan, apa yang harus diproduksi?" pungkasnya.(*)

    fan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Tingkatkan Ekonoi di Desa, DPM-Desa Jabar Optimalkan Dana Desa
    Gerakkan Ekonomi, BUMDes Jabar Produksi Hand Sanitizer
    Legislator Minta Pemprov Jabar Data UMKM Dengan Benar
    Sampaikan KUPA-PPAS Perubahan APBD Tahun 2020, Ridwan Kamil: Pemulihan Pascapandemi Covid-19 Jadi Pr
    Upacara HUT RI Dibatasi, GTPP Covid-19 Jabar: Tidak Melibatkan Banyak Massa
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Imani Center

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads