web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Soal Citarum, Aher Tagih Komitmen Pengusaha
    Istimewa Deklarasi Bersama Pelaksanaan Perpres 15/2018.

    Soal Citarum, Aher Tagih Komitmen Pengusaha

    JuaraNews, Bandung - Pemprov Jabar dan pemerintah pusat menagih komitmen kalangan usaha dan industri untuk membenahi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dalam rangka menyukseskan program Citarum Bestari.

    Hal itu diungkapkan Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan saat Deklarasi Bersama Pelaksanaan Perpres 15 tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum, di The Trans Luxury Hotel Bandung, Kamis (3/5/2018) kemarin.

    Kepada para pelaku usaha dan industri yang berkumpul pada kegiatan Deklarasi tersebut, Aher mengatakan, pemerintah telah memberi target waktu tiga bulan kepada pihak industri, untuk membenahi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) mereka.

    "Ini bagus, diberi waktu tiga bulan kepada industri untuk melakukan perbaikan bagi yang sudah memiliki IPAL, bagi yang rusak IPAL-nya diperbaiki, bagi yang belum diaktifkan segera diaktifasi, kalau yang belum membuat ya dibuat, paling tidak ada itikad tiga bulan kedepan sudah ada proses," kata Aher.

    Intinya, sebut Aher, ada sebuah komitmen yang dibangun bersama-sama. Komitmen tersebut yakni menghadirkan Citarum Harum, Citarum Bersih, dengan cara apapun, dan siapapun tidak ada yang membuang limbah apapun ke sungai Citarum.

    Sementara itu Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan menyebut, setelah diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai Citarum, pihaknya telah mengkoordinasikan berbagai instansi menyelesaikan masalah untuk membuat Citarum kembali bersih.

    Luhut mengimbau kepada para pihak, supaya melakukan tugas pembenahan Citarum dengan sungguh-sungguh, demi bangsa Indonesia dan kembali menyerukan agar jangan ragu untuk bertindak tegas kepada para pelaku pencemaran.

    Pasalnya saat ini, berdasarkan laporan komandan sektor, hanya 20% industri di sekitaran Citarum yang punya IPAL. Ini menyebabkan pencemaran di Citarum semakin parah. Karena jumlah industri yang ada di Citarum mencapai 3.236 industri. "Ada pelaku industri yang sudah punya IPAL namun tetap membuang limbah sembarangan ke Sungai Citarum," kata Luhut.(*)

    fan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Sandi Minta Relawan Kerja Keras dan Kerja Cerdas
    Emil: RPJMD Kumpulan Aspirasi Warga Jabar
    Walhi Jabar Nilai Musrenbang RPJMD Cacat Subtansi
    Jabar Pererat Kerja Sama dengan Wallonia
    Jabar akan Miliki Badan Ekonomi Kreatif Daerah
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Advertisement On Google