web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Pengelola Waduk Cirata Dipusingkan Pencemaran KJA
    net

    Pengelola Waduk Cirata Dipusingkan Pencemaran KJA

    JuaraNews, Bandung Barat - Persoalan keramba jaring apung (KJA) masih menjadi permasalahan utama di wilayah perairan Waduk Cirata. Tidak hanya itu pencemaran lingkungan di wilayah bendungan juga datang dari lindi yang ditengarai berasal dari Tempat Pengelolaan dan Pemerosesan Akhir Sampah Sarimukti.

    Kepala Badan Pengelola Waduk Cirata Wawan Darmawan menyebutkan, dua tahun lalu jumlah KJA di Cirata ialah sekitar 77 ribu petak. Dia memperkirakan, jumlah KJA itu setiap tahun mengalami pertumbuhan. Lantaran dianggap turut menyumbang pencemaran di Citarum, maka Program Citarum Harum diharapkan dapat menyentuh permasalahan KJA.

    "Memang pada kenyataannya KJA itu masih banyak. Katakanlah sekarang jumlahnya itu 80 ribu, coba bayangkan kalau 35 persen pakan itu tidak dimakan ikan, bagaimana tingkat sedimentasinya," ucapnya.

    Belum lagi dengan feses atau kotoran ikan, pakan yang tersisa itu lantas menimbulkan sedimentasi di Cirata. "Itu akan menjadi NH3, amoniak. Amoniak itu gas beracun. Sebagian lagi menjadi NH4+, kalau terionisasi. Nanti, kalau NH4+ bercampur dengan sulfur, maka akan menjadi H2S. Itu akan mengganggu bendungan, akan merusak mesin-mesin," sebutnya.

    Tahun depan, menurut dia, BPWC bahkan akan melakukan beberapa pergantian alat pada PLTA Cirata, karena tingkat korosif dari air di Cirata cukup parah. Namun demikian, Wawan mengakui, pemecahan masalah terkait KJA tidak bisa ditangani hanya dengan melakukan penertiban. Pasalnya, keberadaan KJA di Cirata itu menyangkut masyarakat yang mencari penghasilan dari beternak ikan. Oleh karena itu, kata dia, diperlukan kerja sama dengan berbagai pihak agar persoalan KJA dapat teratasi.

    "Masyarakat (pemilik KJA) juga sebetulnya sudah paham, bahwa mereka berada di situ itu sudah tidak ada izinnya. Soalnya, sejak 2-3 tahun lalu kami sudah tidak mengeluarkan izin penempatan lokasi. Jadi, mereka paham sudah tidak punya izin,” imbuhnya. (*)

     

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Apdesi KBB Minta Plt Bupati Tidak Lakukan Mutasi
    Terlalu Banyak, Dana Bantuan ke LSM Tak Merata
    Hotel di Lembang Sepi karena Pengaruh Macet
    Kisruh, Konfercab PCNU KBB Dituding Cacat Hukum
    1.127 Calhaj KBB Diterbangkan Mulai 28 Juli 2018
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Selamat Memilih
      Selamat Memilih

      PEMILIHAN Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 resmi dihelat Rabu, 27 Juni 2018 ini.

      Info Kota

      Pilwalkot Bandung 2018