web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


    Potensi Perikanan di Jabar Belum Tergali Optimal
    Istimewa

    Potensi Perikanan di Jabar Belum Tergali Optimal

    JuaraNews, Pangandaran - Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengungkapkan, Jabar memiliki potensi di bidang perikanan dan kelautan yang tidak diragukan lagi.

    Itu dikarenakan, kata Aher, Jabar secara geografis, memiliki kawasan yang dikelilingi laut baik di utara dengan laut Jawa, dan selatan dengan Samudera Hindia.

    "Potensinya amat sangat luas, panjang pantai 842,66 kilometer, dan luas laut lebih dari 18.000 kilometer per segi, serta secara administratif terdiri dari 11 kota/kabupaten di Jabar yang memiliki hak pengelolaaan atas sumber daya perikanan dan kelautan di wilayah teritorial 12 mil laut," kata Aher di Pangandaran, Selasa (24/4/2018) kemarin.

    Jabar, kata Aher, termasuk kedalam dua wilayah pengelolaan perikanan, ada Wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia (WPP) 573 di Samudera Indonesia, dan WPP 712 di laut Jawa wilayah utara.

    "Untuk produksi perikanan sendiri, pada tahun 2017 tercatat sebesar lebih dari 1,4 juta ton ikan, produksi perikanan budi daya, dan perikanan tangkap sebesar 265.000 ton," kata Aher.

    Sementara kontribusi perikanan tangkap di Indonesia, Jabar mampu memberikan kontribusi 0,07%. Kepada masyarakat, Aher berharap keberadaan KJA lepas pantai dapat diterima dengan penuh rasa syukur, dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

    Aher inginkan, KJA dapat memberi hasil yang optimal bagi kelestarian sumber daya ikan, dan peningkatan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat, khususnya para nelayan.(*)

    fan

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Riset Kantar, GrabFood Pilihan Utama di ASEAN
    Hotel Horison Mengawali Pembangunan Kawasan Rebana
    Wagub Uu: Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Penting
    Industri Pasar Modal Syariah Harus Inklusif
    Sertifikasi Halal Penting untuk Menjamin Rasa Aman

    Editorial