web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

  • Fokus Seorang Pemimpin
    Fokus Seorang Pemimpin

    MENJADI pemimpin adalah kesempatan berharga karena tidak semua orang berkesempatan menjadi pemimpin dalam suatu entitas bisnis.

    Banjir di Kota Bandung, Demiz: RDTR Harus Diawasi
    Istimewa Cagub Jabar nomor urut 4, Deddy Mizwar.

    Banjir di Kota Bandung, Demiz: RDTR Harus Diawasi

    JuaraNews, Bandung - Sejumlah wilayah di Kota Bandung, Sabtu (21/4/2018) kemarin disergap banjir. Beberapa titik banjir bahkan, kondisinya cukup parah seperti di kawasan Pasteur atau Jalan Dr. Djunjunan.

    Banjir di kawasan Pasteur bahkan, membuat arus lalu lintas tersendat. Wilayah lainnya di Kota Bandung yang tergenang banjir setelah hujan mengguyur sejak siang sampai malam, di antaranya kawasan Pasir Koja, Pagarsih, Babakan Ciparay, Caringin, dan Astana Anyar.

    Cagub Jabar nomor 4, Deddy Mizwar menilai, banjir yang sering terjadi di Kota Bandung karena ada tata ruang yang harus diawasi dengan ketat. Berkurangnya resapan air dan alih fungsi lahan merupakan dua hal yang perlu diawasi dengan ketat itu.

    Sosok yang karib disapa Demiz itu mengatakan, banjir dan longsor merupakan bencana yang akrab di Jawa Barat. Bahkan, katanya, provinsi ini memiliki tingkat bencana yang sangat tinggi. "Di Jabar itu ada tujuh gunung berapi, pertemuan dua lempeng Asia dan Australia, dan ada potensi gempa tektonik yang tinggi," katanya.

    Akan tetapi, lanjut Cagub yang dijuluki Jenderal Naga Bonar ini, bencana itu ada yang terjadi karena faktor alamiah, juga ada yang terjadi karena disebabkan oleh manusia. Bencana yang disebabkan manusia, katanya, terjadi karena manusia itu sendiri tak mengindahkan ketentuan dan aturan yang ada, dalam hal ini peraturan tentang tata ruang.

    Tidak sedikit, katanya, kabupaten dan kota di Jabar yang belum memiliki rencana detail tata ruang (RDTR). Demiz menyebut contoh pembangunan yang tak sesuai tata ruang, seperti pembangunan Meikarta dan banjir di Bandung yang perlu diawasi dengan ketat tata ruangnya.

    "Bukannya tidak boleh membangun, tetapi harus sesuai dengan tata ruangnya," kata Demiz kepada wartawan saat menggelar sosialisasi dan kampanye di Kabupaten Garut, Minggu (22/4/2018).

    Demikian pula halnya di Kabupaten Garut, katanya, keluhan tentang adanya bumi perkemahan di Gunung Guntur pun harus dilihat tata ruangnya. "Apakah sudah sesuai dengan tata ruang atau tidak. Hal itu akan diketahui dengan melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat," pungkasnya.(*)

    fan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Jokowi: Proyek BIJB Model Kerja Sama yang Sukses
    Aher: Nama Abdul Halim Tinggal Diusulkan ke Pusat
    8 Juni, BIJB Kertajati Layani Penerbangan Komersil
    Pemkab Garut Bakal Bereskan Lima Jembatan
     Jelang Lebaran, Orang Gila di Sumedang Meningkat
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Marhaban Ya Ramadan
      Marhaban Ya Ramadan

      DATANGNYA bulan suci Ramadan ini begitu istimewa bagi kaum muslimin. Banyak makna yang terdapat di Bulan Puasa ini.

      Advertisement On Google