web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Opang dan Sopir Angkot di Cianjur Kompak Demo
    net

    Opang dan Sopir Angkot di Cianjur Kompak Demo

    JuaraNews, Cianjur – Pengemudi ojek pangkalan (Opang) dan angkutan umum berunjuk rasa di Gedung DPRD Cianjur, Kamis (19/4/2018). Tuntutan mereka adalah sama yakni menuntut ditiadakannya angkutan berbasis online yang semakin marak.

    Akibat aksi ini berdampak pada transportasi di kawasan Cianjur. Banyak penumpang terlantar, karena ketiadaan jasa angkutan yang bisa digunakan. Sementara usai konvoi, massa segera berorasi dengan membawa spanduk dan poster berisi tuntutan penghapusan jasa transportasi online.

    "Keberadaan angkutan online membuat resah masyarakat yang masih menggantungkan hidup pada angkutan konvensional. Soalnya, kini minat pada jasa konvensional jadi menurun," kata Tim Advokasi Pengendara Opang dan Angkum Cianjur, Rudi Agan.

    Menurut dia, segala kemudahan dan inovasi yang ditawarkan angkutan online membuat jumlah penggunanya terus meningkat. Hal tersebut, pada akhirnya menjadi sesuatu yang menjanjikan dari segi lapangan kerja.

    Kesempatan dan peluang kerja sebagai pengendara angkutan online semakin terbuka lebar. Apalagi, selain diberikan gaji pokok, perusahaan juga memberikan fasilitas pendukung kinerja para pengemudi online.

    "Kebijakan itu menenggelamkan keberadaan angkutan konvensional. Karena kemudian hal itu berdampak pada pendapatan pengemudi angkutan konvensional yang terus berkurang," ungkapnya.

    Oleh karena itu, alasan-alasan itu dinilai cukup untuk menjadi dasar desakan kepada pemerintah, untuk menghapus segala jenis angkutan online di Cianjur. Rudi mengatakan, sebenarnya tindakan itu sudah perlu dilakukan.

    Sementara itu, seluruh aspirasi maupun tuntutan yang disampaikan, telah ditampung oleh pihak DPRD Cianjur. Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Cianjur Atep Hermawan mengatakan, sejauh ini hanya bisa memberikan ruang untuk mengungkapkan aspirasi. "Karena, kebijakan itu berada di pemerintah pusat. Kami meminta waktu sepekan untuk meneruskan tuntutan ke Kementerian Perhubungan," ucapnya. (*)

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Rumah James Riady Digeledah KPK
    Wagub Jabar Pastikan Gelar RUPS BJB November
    Soal Bupati Bekasi, Uu Konsultasi dengan Mendagri
    Jabar Butuh 1.500 Penerbangan untuk Layani Umrah
    Emil Ingin Jabar Jadi Provinsi Kopi Terbaik Dunia
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Advertisement On Google