web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

  • Fokus Seorang Pemimpin
    Fokus Seorang Pemimpin

    MENJADI pemimpin adalah kesempatan berharga karena tidak semua orang berkesempatan menjadi pemimpin dalam suatu entitas bisnis.

    Naik Kelas, RSUD Kota Bandung Tunggu Restu BPJS
    Istimewa Ridwan Kamil meninjau RSUD Kota Bandung pada 2016.

    Naik Kelas, RSUD Kota Bandung Tunggu Restu BPJS

    JuaraNews, Bandung - Status RSUD Kota Bandung sudah naik kelas dari C menjadi B sejak 7 Desember 2017 melalui surat yang dikeluarkan oleh Dinas Perizinan Satu Atap Provinsi Jawa Barat.

    Kendati begitu menurut Direktur RSUD Kota Bandung, Exsenvenny Lalopua, pelayanan kelas B belum bisa diimplementasikan sepenuhnya karena harus mendapat persetujuan dari BPJS Kesehatan. Berdasarkan regulasi, BPJS harus melakukan visitasi dan verifikasi terhadap layanan rumah sakit.

    “Pasien yang dilayani di RSUD Kota Bandung ini 85% adalah peserta BPJS. Maka kita belum bisa memberikan layanan kelas B ini jika belum mendapat verifikasi dari BPJS. Sementara itu, Perjanjian Kerja Sama (PKS) kita dengan BPJS tidak bisa langsung diubah. Kita baru selesai adendum bulan April ini,” jelas sosok yang akrab disapa Venny tersebut.

    Kabar baiknya, lanjut Venny, layanan kelas B itu sudah bisa diberlakukan kepada pasien mulai bulan April 2018. Dengan begitu, rumah sakit sudah bisa melayani pasien-pasien BPJS Kesehatan kelas B dengan besaran tarif 10-20% lebih tinggi daripada kelas C.

    “Pasien-pasien kelas C tetap terlayani. Tetapi dengan kelas B ini, ada lebih banyak layanan yang bisa dilakukan kepada pasien. Fasilitas-fasilitas kami seperti CT-Scan, Magnetic Resonance Imaging (MRI) dan lain-lain sudah bisa kita layani dengan BPJS, kita juga tidak perlu memberikan rujukan ke rumah sakit kelas B kepada pasien, sudah bisa kita layani sendiri,” katanya.

    Dengan jumlah layanan yang lebih banyak, maka Venny berharap, bisa mengeskalasi pendapatan rumah sakit untuk pelayanan yang lebih baik. Pendapatan itu akan digunakannya untuk meningkatkan kualitas alat kesehatan, membayar gaji para tenaga kesehatan, dan peningkatan kapasitas pegawai.

    “Karena rumah sakit itu orientasinya memang bukan profit. Kami tidak mencari keuntungan. Semua pendapatan yang kita peroleh akan kita kembalikan dalam bentuk peningkatan mutu layanan,” tegas Venny.(*)

    fan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Staf Khusus Menteri: Pribumi Tak Kalah dari TKA
    MKGR Siap Ciptakan 1.000 Pengusaha Muda di Bandung
    Industri Tekstil Kulit Sumbang Devisa US $ 22,2 M
    Lancar, Hari Pertama UNBK SMP di Kota Bandung
    Bulan Dana PMI, Kota Bandung Kumpulkan Rp1,14 M
    Berita Terdahulu

    Pilwalkot Bandung 2018

    Info Kota

    Editorial

    • Pilih Pemimpin yang Amanah
      Pilih Pemimpin yang Amanah

      PEMILIHAN Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 yang akan dihelat pada 27 Juni 2018, kini sudah memasuki tahapan kampanye.