web stats service from statcounter

Hot News

  • Emil Akan Panggil PT Agronesia
    Emil Akan Panggil PT Agronesia
    • 20 September 2018 | 10:04:00 WIB

    GUBERNUR Jabar mengaku tidak mengetahui adanya tunggakan iuran BPJS karyawan PT Agronesia.

Inspirasi

    Naik Kelas, RSUD Kota Bandung Tunggu Restu BPJS
    Istimewa Ridwan Kamil meninjau RSUD Kota Bandung pada 2016.

    Naik Kelas, RSUD Kota Bandung Tunggu Restu BPJS

    JuaraNews, Bandung - Status RSUD Kota Bandung sudah naik kelas dari C menjadi B sejak 7 Desember 2017 melalui surat yang dikeluarkan oleh Dinas Perizinan Satu Atap Provinsi Jawa Barat.

    Kendati begitu menurut Direktur RSUD Kota Bandung, Exsenvenny Lalopua, pelayanan kelas B belum bisa diimplementasikan sepenuhnya karena harus mendapat persetujuan dari BPJS Kesehatan. Berdasarkan regulasi, BPJS harus melakukan visitasi dan verifikasi terhadap layanan rumah sakit.

    “Pasien yang dilayani di RSUD Kota Bandung ini 85% adalah peserta BPJS. Maka kita belum bisa memberikan layanan kelas B ini jika belum mendapat verifikasi dari BPJS. Sementara itu, Perjanjian Kerja Sama (PKS) kita dengan BPJS tidak bisa langsung diubah. Kita baru selesai adendum bulan April ini,” jelas sosok yang akrab disapa Venny tersebut.

    Kabar baiknya, lanjut Venny, layanan kelas B itu sudah bisa diberlakukan kepada pasien mulai bulan April 2018. Dengan begitu, rumah sakit sudah bisa melayani pasien-pasien BPJS Kesehatan kelas B dengan besaran tarif 10-20% lebih tinggi daripada kelas C.

    “Pasien-pasien kelas C tetap terlayani. Tetapi dengan kelas B ini, ada lebih banyak layanan yang bisa dilakukan kepada pasien. Fasilitas-fasilitas kami seperti CT-Scan, Magnetic Resonance Imaging (MRI) dan lain-lain sudah bisa kita layani dengan BPJS, kita juga tidak perlu memberikan rujukan ke rumah sakit kelas B kepada pasien, sudah bisa kita layani sendiri,” katanya.

    Dengan jumlah layanan yang lebih banyak, maka Venny berharap, bisa mengeskalasi pendapatan rumah sakit untuk pelayanan yang lebih baik. Pendapatan itu akan digunakannya untuk meningkatkan kualitas alat kesehatan, membayar gaji para tenaga kesehatan, dan peningkatan kapasitas pegawai.

    “Karena rumah sakit itu orientasinya memang bukan profit. Kami tidak mencari keuntungan. Semua pendapatan yang kita peroleh akan kita kembalikan dalam bentuk peningkatan mutu layanan,” tegas Venny.(*)

    fan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Hegun Ajak Mahasiswa Lawan Radikalisme
    17-an ala The Amazing Race at Museum Gedung Sate
    Bapenda Bebaskan Biaya BBNKB dan Denda PKB
    KPK Panggil 6 Saksi Penyidikan Korupsi Abubakar
    Pemkot Bandung Jamin Layanan Publik Tetap Maksimal
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Info Kota

      Pilwalkot Bandung 2018