web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

  • Fokus Seorang Pemimpin
    Fokus Seorang Pemimpin

    MENJADI pemimpin adalah kesempatan berharga karena tidak semua orang berkesempatan menjadi pemimpin dalam suatu entitas bisnis.

    Demiz: Ini Mata Pencaharian Saya, Masa Gak Boleh?
    Istimewa Cagub Jabar nomor urut 4, Deddy Mizwar.

    Demiz: Ini Mata Pencaharian Saya, Masa Gak Boleh?

    JuaraNews, Bekasi - Calon gubernur (Cagub) Jawa Barat nomor urut 4, Deddy Mizwar mempertanyakan aturan dan penjelasan aturan beriklan yang digariskan KPU.

    Pertanyaan itu muncul dalam benak Bang Haji setelah sinetron Cuma Disini yang dibintanginya bermuatan kampanye sehingga terancam tak bisa tayang di televisi pada bulan Ramadan nanti. Sebab, Demiz merasa keterlibatannya di sinetron religi tersebut cukup wajar karena dunia akting merupakan profesi yang sudah lama digelutinya.

    "Kalau yang lain yang bukan aktor, main sinetron mungkin gak di bayar, karena untuk menaikan popularitas, dan mainnya pasti ga bagus, karena bukan profesinya. Tetapi saya kan aktor, peraih Piala Citra terbanyak,” ungkap Demiz.

    “Dan ini adalah mata pencaharian saya. Sementara calon yang lain yang misalnya berprofesi dosen itu mereka ga berhenti jadi dosen. Ini ada diskriminasi, makanya perlu dibahas dan duduk bersama," sambungnya.

    Lebih lanjut Deddy pun memaparkan, film sinetron Cuma Disini merupakan tayangan religi dan mendidik masyarakat. Sehingga kalau tayangan itu dilarang maka akan banyak masyarakat yang dirugikan, termasuk dirinya.

    "Sinetron ini ceritanya bernuansa religius di bulan ramadan, apa tidak boleh sebagai seorang muslim melakukan syiar agamanya. Kalau ga boleh kacau negeri ini. Apalagi selama ini saya main sinetron rata-rata bermutu dan setiap tahun mendapat penghargaan dari KPI, masa sekarang ga boleh,” ujarnya.

    “Malah kalau saya ga boleh main, ga boleh merancang sebuah sinetron yang bagus dan menarik, artinya ada hak masyarakat yang dirugikan. Karena masyarakat berhak menonton tayangan yang bermutu," sambungnya.

    Pihaknya melihat akan banyak pihak yang dirugikan bila film sinetron tersebut dilarang tayang di televisi. "Artinya jelas-jelas peraturan ini merugikan orang banyak yang bukan hanya masyarakat Jawa Barat saja, tetapi masyarakat di seluruh Indonesia.

    Makanya ini harus dibicarakan oleh tiga pihak tadi, ditambah pihak stasiun televisi. Termasuk saya kalau diundang saya akan hadir menjelaskan bagaimana itu Tujuannya satu supaya jangan dipolitisir, kalau saya main, nanti saya dipolitisir dan dituduh saya melanggar segala macam," katanya.

    Padahal lanjutnya, tidak ada pelanggaran Pilkada yang dilakukan dirinya dalam film sinetron tersebut. "Tidak ada iklan kampanye dalam sinetron saya, tidak ada sosialisasi ajakan mencoblos nomor empat. Jadi biar KPU dan Bawaslu paham jangan diskriminatif terhadap profesi aktor, ini diskriminatif. Kalau profesi lain bisa mencari nafkah dari profesinya, kalau aktor ga boleh, ini tidak boleh seperti itu," pungkasnya.(*)

    fan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Banjir di Kota Bandung, Demiz: RDTR Harus Diawasi
    Jalan di 42 Kecamatan di Garut Rusak Berlubang
    Kota Bandung Juara Umum MTQ Jabar 2018
    Penggunaan Bright Gas di Tasikmalaya Meningkat
    Banjir di Tarogong Garut akibat Saluran Air Sempit
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Pilih Pemimpin yang Amanah
      Pilih Pemimpin yang Amanah

      PEMILIHAN Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 yang akan dihelat pada 27 Juni 2018, kini sudah memasuki tahapan kampanye.

      Advertisement On Google