web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Kasus Stunting di Kabupaten Sukabumi Masih Tinggi
    net

    Kasus Stunting di Kabupaten Sukabumi Masih Tinggi

    JuaraNews, Sukabumi - Dinkes Jawa Barat, memastikan jumlah anak penderita stunting alias kerdil relatif masih sangat tinggi. Dari dua puluh tujuh kota dan Kabupaten, pada tahun 2017 sebanyak delapan kota dan kabupaten memiliki prevalenting stunting berkategori tinggi.

    Kondisi itu seperti terjadi di Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Purwakarta, Bandung Barat, Kabupaten Bandung, Majalengka, Kota dan kabupaten Tasikmalaya.

    “Bahkan Kabupaten Garut masuk kategoti sangat tinggi hingga mencapai 43,2 persen. Jumlah seluruh stunting di Jabar mencapai 29,2 persen,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Jawa Barat, Dodo Suhendar.

    Dia mengatakan, kasus stunting ini latar belakangnya hampir sama dengan gizi buruk. Kondisi ini ditentukan dengan asupan gizi dan lingkungan tempat tinggal ibu ketika kehamilan. Kondisi tersebut disebabkan ketidakmampuan orang tua dalam masalah materi dan pendidikan sehingga menyebabkan pola asuh yang salah serta daya dukung lingkungan yang kurang memadai.

    “Seperti lingkungan yang mempengaruhi anak menjadi sering sakit-sakitan karena airnya tidak bersih dan udara kotor,” katanya.

    Menurut Dodo, Dinkes Jabar telah mentergetkan jumlah dapat ditekan  hingga  menjadi 25 hingga 20 persen  ditahun mendatang. Upaya pencegahan tidak hanya pemberian tablet tambah darah pada remaja putri, tapi pemberian tablet tambah darah pada ibu hamil.  “Termasuk melakukan serangkaian kosnseling dan edukasi tentang IMD dan Asi Eksklusif,” katanya. (*)

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Sandi Minta Relawan Kerja Keras dan Kerja Cerdas
    Emil: RPJMD Kumpulan Aspirasi Warga Jabar
    Walhi Jabar Nilai Musrenbang RPJMD Cacat Subtansi
    Jabar Pererat Kerja Sama dengan Wallonia
    Jabar akan Miliki Badan Ekonomi Kreatif Daerah
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Advertisement On Google