web stats service from statcounter

Hot News


  • Mahasiswa Bandung Demo Menolak Revisi UU KPK
    Mahasiswa Bandung Demo Menolak Revisi UU KPK
    • 17 September 2019 | 17:33:00 WIB

    PULUHAN mahasiswa yang tergabung dalam Poros Revolusi Mahasiswa Bandung melakukan unjukrasa menolak Revisi UU KPK di depan Gedung DPRD Jawa Barat.

Inspirasi


    Korban Miras Oplosan Diduga Keracunan Metanol
    Net Ilustrasi.

    Korban Miras Oplosan Diduga Keracunan Metanol

    JuaraNews, Bandung - Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat menduga korban keracunan miras oplosan di sejumlah wilayah di Jabar keracunan metanol.

    Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinkes Jabar, Ismi mengungkapkan, sebagian besar korban miras oplosan mengalami gejala mual, muntah-muntah serta pusing. Gejala itu biasanya terjadi pada orang yang mengalami keracunan metanol.

    "Kalau melihat gejala korban kayaknya meminum miras oplosan mengandung metanol," ujar Ismi saat konferensi pers terkait KLB miras oplosan Jabar di Kantor Dinkes Jabar, Jalan Pasteur, Kota Bandung, Rabu (11/4/2018).

    Menurutnya, ada empat tahap yang dialami pasien apabila mengalami keracunan metanol. Fase pertama korban mengalami gejala muntah, mual, pusing dan mengalami gangguan penglihatan. Fase kedua, terjadi penekanan pada sistem saraf pusat yang dapat terjadi 3 menit sampai 2 jam setelah meminum metanol.

    Fase ketiga, biasa disebut fase laten karena tanpa gejala lalu muncul depresi sistem saraf pusat, dalam 48 jam setelah minum metanol, pasien baru menunjukan tanda-tanda keracunan. Fase keempat, pasitas pada mata, dikuti dengan kebutaan, koma, mungkin kematian setelah 2 hari minum.

    "Keempat tahap tersebut yang saat ini ada di pasien ini (korban miras oplosan). Ada yang langsung meninggal, pasien dalam perjalanan ke rumah sakit, ada juga yang setelah 2 hari meninggal," ucapnya.

    Berdsarkan data terakhir korban miras oplosan, total, korban di Kabupaten Bandung mencapai 145 orang dengan kematian 41 orang. Di RSUD Cicalengka ada 103 orang dirawat dan 31 orang meninggal, di RSUD Majalaya ada 60 pasien dan meninggal 3 orang, di RS AMC ada 16 korban dirawat dan 7 orang meninggal.

    "Saya prihatin dengan kejadian yang jumlah korbannya cukup banyak. Dulu hanya 4 orang sampai 3 orang, tapi sekang cukup banyak. Sekali lagi ini sangat memprihatinkan dan kaget, kita berharap ini yang pertama dan terakhir dalam jumlah korban besar," ujar Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat, Dodo Suhendar.(*)

    fan

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Mahasiswa Bandung Demo Menolak Revisi UU KPK
    Pemprov Jabar Dorong Percepatan Tol Cisumdawu
    DPRD Jabar Usulkan Penambahan Pimpinan
    DPRD Jabar Umumkan Calon Pimpinan Dewan 2014-2024
    Emil Setuju Nama BIJB jadi Bandara Habibe

    Editorial