web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    TKW Asal Karawang Terancam Hukuman Mati di UEA
    net

    TKW Asal Karawang Terancam Hukuman Mati di UEA

    JuaraNews, Karawang - Tenaga kerja wanita (TKW) asal Desa Srijaya, Kecamatan Tirtajaya, Karawang Aan binti Andi Asip, divonis hukuman mati. Yang bersangkutan dituding telah melakukan pembunuhan berencana terhadap 5 orang sekaligus di Uni Emirat Arab (UEA).

    Informasi menganai kasus tersebut baru diterima pihak keluarga Aan, 21 Maret 2018 melalui surta dari BNP2TKI. Saat ini, keluarga Aan tengah berupaya agar Pemerintah mau membantu masalah hukum yang dihadapi kerabatnya itu.

    "Kami kedatangan suami Aan beberapa hari lalu. Mereka mendesak agar Aan bisa bebas dari hukuman dan segera pulang ke Indonesia, " ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Karawang, Ahmad Suroto, Senin (9/4/2018).

    Aan diketahui pergi ke Uni Emirat Arab (UEA) secara legal. Dia berangkat 13 September 2013 melalui PPTKIS Falah Rima Hudaity yang beralamat di Jakarta. Di UEA Aan dikabarkan sempat berganti majikan dua kali. Setelah itu, dia terlunta-lunta tak tahu tinggal di mana, serta hidup dengan siapa.

    "Pada 21 Maret Disnakertrans Karawang menerima surat dari BNP2TKI yang memberi tahu tentang kasus yang tengah dihadapi TKW asal Karawang itu, " kata Suroto.

    Kabar tersebut, lanjut Suroto, langsung diteruskan ke suami Aan yang bernama Tabroni, warga Desa Srijaya, Kecamatan Tirtajaya. Aan ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan berencana oleh Pengadilan di Abu Dhabi UEA tanggal 7 Desember 2018. Korbannya lima orang, terdiri dari dua wanita asal Indonesia, dua perempuan Thailand, seorang pria Banglandes. “Akibatnya hal itu dia terancam hukuman pancung," ucapnya. (*)

     

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    PT Agronesia Diduga Tilep Dana BPJS Rp3,6 Miliar
    Emil Harus Segera Rombak Birokrasi Pemprov Jabar
    Baru 2 Pekan jadi Gubenur, Emil Dapat Penghargaan
    Tim Sinkronisasi Usulkan 742 Program pada Emil
    Ahmad Saepudin Terpilih Kembali Jadi Ketua KONI
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Advertisement On Google