web stats service from statcounter

Hot News


  • Persib Bawa 22 Pemain hadapi Persebaya di Bali
    Persib Bawa 22 Pemain hadapi Persebaya di Bali
    • 15 Oktober 2019 | 18:38:00 WIB

    TIM Persib membawa 22 pemain ke Bali untuk melakoni laga tandang kontra Persebaya yang akan digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Jumat (18/10/2019).

Inspirasi


    Terkait Puisi Sukmawati, Jabar Tetap Kondusif
    JuaraNews/Abdul Basir. Ketua MUI Jawa Barat, Rachmat Syafei.

    Terkait Puisi Sukmawati, Jabar Tetap Kondusif

    JuaraNews, Bandung - Kontroversi puisi 'Ibu Indonesia' karya Sukmawati Soekarnoputri telah menimbulkan kegaduhan di sejumlah daerah di Indonesia karena isinya yang mengandung hal sensitif.

    Isi puisi dari putri Presiden RI pertama, Soekarno tersebut dianggap telah menyinggung perasaan umat Islam. Sukmawati sendiri kemudian menyampaikan permintaan maafnya, terutama kepada umat Islam.

    Menyikapi puisi kontroversial Sukmawati yang dibacakan pada ajang Indonesia Fashion Week 2018, Rabu (28/3/2018) tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat meminta kepada seluruh umat Islam untuk tetap menjaga kondusifitas.

    "Marilah, kita sama sama menjaga kondusifitas dengan menjaga kemaslahatan umum, katakan negara ini daripada memperkeruh kan yang kecil kecil," ujar Ketua MUI Jawa Barat Rachmat Syafei saat ditemuai di Kantor MUI Jawa Barat, Jalan L.L.RE. Martadinata, Kota Bandung, Jumat (5/4/2018)

    Menurut Rachmat, MUI Jabar sudah menyerahkan sepenuhnya kepada MUI Pusat karena kasusnya berskala nasional. “Kami mengikuti MUI Pusat, kita tuntun, bahasanya kalau (Sukmawati) sudah maaf, kita maafkan dan urusan tadi, tentu kalau dosa, tanggungjawab individu antara dia dengan Allah," ujarnya

    Terkait ada wacana aksi di Jakarta, Rachmat mengatakan itu semua hak masyarakat dalam menyampakan aspirasi dan pandangan. Untuk itu Rachmat mengimbau kepada peserta aksi unjuk rasa untuk menyampaikan aspirasi dengan cara santun sesuai peraturan yang ada.

    "Mereka juga tahu bahwa mereka punya hak menyampaikan seperti itu. Jangan sampai anarkis, bahasa agamanya itu sudah muqtadin, melampaui batas, kalau sudah melampaui batas itu, sudah kedzoliman," tutup Rachamat.(*)

    Oleh: abdul basir / fan

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    DPRD Jabar Tetapkan AKD Periode 2019-2024
    Wagub Prihatin Bupati Indramayu Terkena OTT
    Akselarasi Investasi untuk Stabilkan Ekonomi Jabar
    Jabar bakal Gelar West Java Investment Summit 2019
    Ineu : APK Pendidikan Tinggi di Jabar Masih Rendah

    Editorial