web stats service from statcounter

Hot News


  • Jabar Minta Penambahan Kwota Haji
    Jabar Minta Penambahan Kwota Haji
    • 19 Juli 2019 | 06:28:00 WIB

    PEMERINTAH provinsi Jawa Barat terus mendorong penambahan kwota haji asal Jawa Barat pada musim haji tahun 2020.

Inspirasi


  • Menikah dan Perjuangan
    Menikah dan Perjuangan

    SUAMI dan istri yang sudah menikah, semakin lama komunikasi yang terjadi kurang harmonis.

    Terkait Puisi Sukmawati, Jabar Tetap Kondusif
    JuaraNews/Abdul Basir. Ketua MUI Jawa Barat, Rachmat Syafei.

    Terkait Puisi Sukmawati, Jabar Tetap Kondusif

    JuaraNews, Bandung - Kontroversi puisi 'Ibu Indonesia' karya Sukmawati Soekarnoputri telah menimbulkan kegaduhan di sejumlah daerah di Indonesia karena isinya yang mengandung hal sensitif.

    Isi puisi dari putri Presiden RI pertama, Soekarno tersebut dianggap telah menyinggung perasaan umat Islam. Sukmawati sendiri kemudian menyampaikan permintaan maafnya, terutama kepada umat Islam.

    Menyikapi puisi kontroversial Sukmawati yang dibacakan pada ajang Indonesia Fashion Week 2018, Rabu (28/3/2018) tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat meminta kepada seluruh umat Islam untuk tetap menjaga kondusifitas.

    "Marilah, kita sama sama menjaga kondusifitas dengan menjaga kemaslahatan umum, katakan negara ini daripada memperkeruh kan yang kecil kecil," ujar Ketua MUI Jawa Barat Rachmat Syafei saat ditemuai di Kantor MUI Jawa Barat, Jalan L.L.RE. Martadinata, Kota Bandung, Jumat (5/4/2018)

    Menurut Rachmat, MUI Jabar sudah menyerahkan sepenuhnya kepada MUI Pusat karena kasusnya berskala nasional. “Kami mengikuti MUI Pusat, kita tuntun, bahasanya kalau (Sukmawati) sudah maaf, kita maafkan dan urusan tadi, tentu kalau dosa, tanggungjawab individu antara dia dengan Allah," ujarnya

    Terkait ada wacana aksi di Jakarta, Rachmat mengatakan itu semua hak masyarakat dalam menyampakan aspirasi dan pandangan. Untuk itu Rachmat mengimbau kepada peserta aksi unjuk rasa untuk menyampaikan aspirasi dengan cara santun sesuai peraturan yang ada.

    "Mereka juga tahu bahwa mereka punya hak menyampaikan seperti itu. Jangan sampai anarkis, bahasa agamanya itu sudah muqtadin, melampaui batas, kalau sudah melampaui batas itu, sudah kedzoliman," tutup Rachamat.(*)

    Oleh: abdul basir / fan

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Jabar Minta Penambahan Kwota Haji
    Lantik Dewan Pendidikan, Emil Titipkan 4 Dimensi
    Kecewa, Relawan Gurka Tarik Dukungan dari Emil
    Pihak Ketiga Wajib Miliki Legal Standing & Relevan
    Tingkat Kemiskinan Turun, Jabar Gencar Bangun Desa

    Editorial