web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Jelang Pileg 2019, Balon DPD RI Dituntut Proaktif
    JuaraNews/Abdul Basir. Sosialisasi pendaftaran dan verifikasi balon DPD.

    Jelang Pileg 2019, Balon DPD RI Dituntut Proaktif

    JuaraNews, Bandung - Bakal calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) diminta proaktif dan selalu berkomunikasi dengan  penyelenggara pemilu.

    Hal itu disampaikan Komisioner KPU Jabar Divisi SDM dan Hubungan Partisipasi Masyarakat, Nina Yuningsih. Jelang Pemilu Legislatif 2019, menurut Nina, komunikasi jadi hal yang sangat penting bagi balon, terutama untuk mengetahui kebutuhan persayaratan yang harus dipenuhi.

    "Itu cukup penting terutama untuk lebih memahami berbagai peraturan terkait persyaratan, tahapan penyerahan dukungan, serta penelitian dan verifikasi, termasuk aplikasi Sistem Informasi Perseorangan Peserta Pemilu (SIPPP)," ujar Nina saat membuka acara Sosialisasi Pendaftaran dan Verifikasi Calon Anggota DPD dan Bimbingan Teknis  SIPPP Tahun 2019 di Aula Setia Permana, Jalan Garut, Kota Bandung, Jumat (6/4/2018)

    Selain itu, kata Nina para balon anggota DPD harus menyerahkan berkas dukungan pada 22 hingga 26 April mendatang. "Berkas dukungan itu minimal 5.000 fotocopy KTP elektronik yang tersebar di 14 Kabupaten/Kota se-Jawa Barat," katanya.

    Nina juga mengapresisi kehadiran balon anggota DPD beserta timnya, yang semula diperkirkirakan 65 orang, tetapi yang hadir malah lebih dari 100 orang. "Mudah-mudahan para balon memanfaatkan momentum ini untuk menyusun strategi khususnya untuk meraih simpati pemilih yang menurut DPS sebanyak 31,7 juta," ujar Nina

    Pada saat yang sama, Komisioner Divisi Hukum, Agus Rustandi mengingatkan balon anggota DPD terkait syarat calon dan syarat dukungan. "Jika syarat calon terkait ketentuan administratif seperti berusia 21 tahun atau lebih, pendidikan minimal, serta sehat jasmani dan rohani, maka syarat dukungan adalah minimal lima ribu KTP," sebutnya.

    Namun Agus mengingatkan balon menghindari data palsu atau dukungan ganda, yakni seseorang yang mendukung lebih dari satu kali. "Dukungan ganda akan dikenai penalti, yakni pengurangan 50 dukungan dikali jumlah dukungan yang digandakan," kata Agus.(*)

    Oleh: abdul basir / fan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Kloter 1 Jamaah Haji asal Jabar Terbang ke Mekkah
    Penyuap Bupati Subang Divonis 2 Tahun Penjara
    Densus 88 Amankan 4 Terduga Teroris di Indramayu
    Menpar: Wisata di Kota Bandung Sudah Paripurna
    AHY: Generasi Muda Siap, Indonesia Siap!
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Selamat Memilih
      Selamat Memilih

      PEMILIHAN Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 resmi dihelat Rabu, 27 Juni 2018 ini.

      Advertisement On Google