web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    PPASK Tolak Aplikasi Jadi Perusahaan Transportasi
    juaranews/abdul basir PPASK saat menggelar jumpa pers

    PPASK Tolak Aplikasi Jadi Perusahaan Transportasi

    JuaraNews, Bandung - Perkumpulan Penyelenggara Angkutan Sewa Khusus (PPASK) menolak perubahan status pengelola aplikasi menjadi perusahaan transportasi.

    Ketua PPASK Kota Bandung Michael Pratama Jaya mengatakan, perubahan stasus aplikasi menjadi perusahaan transportasi, ditolak driver karena bisa melahirkan sistem monopoli baru, yaitu monopoli usaha transportasi.

    "Akibat perusahaan status itu juga status para driver yang semula mitra, nanti akan jadi karyawan. Itu yang tidak driver inginkan,” ujar Michael saat konferensi pers PPASK di Jalan RE Martadinata Kota Bandung, Rabu (4/4/2018).

    Wacana perubahan status perusahaan aplikasi menjadi perusahaan transportasi muncul bersamaan dengan perubahan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) No 108/2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek.

    “Dengan perubahan status perusahaan aplikasi menjadi perusahaan transportasi, dikhawatirkan akan menciptakan sistem usaha kapitalis," kata Michael.

    Agar persoalan tidak berlarut-larut, pihak PPASK akan melayangkan surat kepada Pemprov Jabar, Dinas Perhubungan Jabar, dan pihak-pihak terkait untuk diikutsertakan dalam rencana pemerintah untuk merevisi Permenhub 108 agar menjalankan fungsi hukum sesuai dengan porsinya.

    “Solusinya untuk hal ini adalah menjalankan fungsi hukum sesuai porsinya. Kami akan membuat surat ke pemerintah dan pihak-pihak terkait hari ini, agar mengikut sertakan kami pada rencana revisi PM 108,” pungkas Michael. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Emil :Optimis 2019 Program Citarum Harum Akan Baik
    Citarum Harum Akan Miliki Kantor Pusat Komando
    USB YPKP Deklarasi Kampus Anti Hoaxs
    113 Pendaftar Lolos Seleksi Pejabat Eselon II
    Sekda Jabar Disebut Neneng Hasanah Terima Rp1 M

    Editorial

      Advertisement On Google