web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Dipulangkan, Buruh Migran Asal Subang Sakit Parah
    net

    Dipulangkan, Buruh Migran Asal Subang Sakit Parah

    JuaraNews, Subang – Utari (42) pekerja migran asal Wantilan Kecamatan Cipeundeuy Kabupaten Subang dipulangkan dalam kondisi sakit parah. Dia kini harus menjalani perawatan di RS Polri Jakarta akibat menderita tumor ganas yang menyerang bagian leher hingga rahangnya.

    "Awalnya kami dapat informasi dari BNP2TKI dan KBRI Abudhabi ada pekerja migran asal Subang mau dipulangkan karena sakit parah," ungkap Kasi Perlindungan Penempatan Tenaga Kerja dan Bina Penta, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Subang, Indra Suparman, Rabu (28/3/2018).

    Sesuai informasi Utari dipulangkan menggunakan pesawat Saudi Arabia airline tiba di Bandara Selasa 27 Maret 2018 pukul 6.00 WIB. Ketika mendapat informasi awalnya mengalami kesulitan mencari informasi alamatnya di Subang. Sebab di Dinas tak tercatat namanya, termasuk di Sisko dan data BNP2TKI tak ada datanya.

    "Kami pastikan ini pekerja migran illegal walaupun tapi kami harus tetap membantu mencari keluarganya di Subang,” imbuhnya.

    Saat tiba di bandara dan Pekerja Migran Indonesia tiba kondisinya sakit parah sehingga langsung dibawa ke RS Polri sekitar pukul 9.00 WIB. Pasalnya sudah ada perjanjian, Pekerja Migran Indonesia legal maupun ilegal yang dipulangkan ternyata sakit harus dibawa ke RS Polri.

    "Jadi Utari ini sempat dirawat di RS Abu Dhabi. Tapi sakitnya parah tak sanggup menangani sehingga dipulangkan. Kondisi tumornya dari leher menyebar ke dagu, malahan tulang rahangnya sudah rapuh," sebutnya. (*)

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Soal Bupati Bekasi, Uu Konsultasi dengan Mendagri
    Jabar Butuh 1.500 Penerbangan untuk Layani Umrah
    Emil Ingin Jabar Jadi Provinsi Kopi Terbaik Dunia
    Ngopi Saraosna Gratis Sambil Nikmat Hiburan
    Festival Ngopi Saraosna Vol 6 Resmi Dibuka
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Advertisement On Google