blog counter

Editorial


    Hot News


    Opini


      USBN Bocor, DPRD dan Disdik Bentuk Tim Investigasi



      USBN Bocor, DPRD dan Disdik Bentuk Tim Investigasi
      Komisi V DPRD gelar rapat dengan Kadiisdik Jabar juaranews/abdul basir

      JuaraNews, Bandung - DPRD Jabar mengundang Kepala Dinas Pendidikan, Kanwil Depag, Dewan Pendidikan, FAGI, MGMP, MKKS dan stakeholder pendidikan untuk mengikuti rapat kerja komisi di Ruang Komisi V DPRD Jabar, Jalan Diponegoro Kota Bandung, Senin (26/3/2018).

      Rapat kerja komisi ini dalam rangka mendapatkan informasi dan masukan terkait beredarnya soal dan kunci jawaban Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) tahun ajaran 2017/2018 tingkat SMA/SMK di Jabar.

      Ketua Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI) Iwan Hermawan melaporkan USBN SMA/SMK se-Jabar yang tengah berlangsung dari tanggal 19 hingga 28 Maret 2018, ditengarai bocor. Kabar kebocoran USBN semakin terkuak dengan ditemukannya grup WA dan Line yang disinyalir sebagai media penyebaran soal dan kunci jawaban USBN.

      “Temuan kami ada oknum yang sengaja membuat grup WA dan Line serba-serbi USBN dan anggotanya para siswa SMA. Setiap pagi mengirim informasi sejenis kartu soal, sejenis soal dan sejenis kunci jawaban USBN. Jadi penyebarannya melalui medsos,” papar Iwan dalam forum rapat.

      Terkait temuannya tersebut, Iwan meminta pihak kepolisian segera melacaknya. “FAGI mohon kepolisian secepatnya melacak group media sosial tersebut baik yang WA maupun yang Line. Bahkan nomor handphone oknum nya pun ada”, tandasnya.

      Terkait dugaan kebocoran USBN SMA/SMK ini, Komis V DPDR Jabar dan Diskdik Jabar bersepakat membentuk tim investigasi.

      Kepala Disdik Jabar Ahmad Hadadi mengungkapkan,Tim investigasi dibentuk untuk memperjelas secara detail dugaan beredarnya kunci jawaban serta soal USBN 2018.

      "InsyaAllah ada tim investigasi, Kita ingin memperjelas berkenan dengan isu kebocoran USBN," ujar Hadadi seusai rapat.

      Meskipun tim investigasi dalam tahap penyelidikan, Hadadi menegaskan oknum atau orang yang menyebarkan kebocoran tersebut harus ditindak secara hukum. "Saya sepakat dengan prosedur yang ada, orang-orang yang melakukan kesalahan agar diproses secara hukum," tandasnya

      Sementara itu, Ketua Komis V DPRD Jabar Syamsul Bachri mengatakan, tim investigasi segera mencari langka-langkah selama sepekan kedepan, apa saja yang harus diinvestigasi yang terkait induksi kebocoran tersebut.

      "Komisi V nanti tinggal nunggu. Dikasih waktu 1 minggu tim ini untuk melakukan investigasi dan melaporkan kepada Komisi V," ujar Syamsul. (*)

      Oleh: abdul basir / den

      0 Komentar
      Tinggalkan Komentar
      Cancel reply
      0 Komentar
      Tidak ada komentar
      Berita Lainnya
      DPRD Jabar Apresiasi Surat Edaran Siaran Keagamaan KPID Jabar
      Pasca Bencana, Komisi I Minta Dinas  Perpustakaan dan Kearsipan Garut Inventarisir Arsip
      Haru Suandharu: Pancasila Dapat Mencegah Polemik Dalam Bernegara
      Kabupaten Cirebon Jadi Percontohan Kesuksesan Program Rutilahu Di Jabar
      DPRD Jabar: Alun-alun Kejaksan Kota Cirebon Harus Tingkatkan Indeks Kebahagiaan Masyarakat
      Berita Terdahulu

      Jabar Juara


      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)