Hot News


Inspirasi


    Peristiwa BLA Layak Masuk dalam Sejarah Nasional
    Istimewa Pawai obor memperingati peristiwa BLA.

    Peristiwa BLA Layak Masuk dalam Sejarah Nasional

    JuaraNews, Bandung - Peristiwa Bandung Lautan Api (BLA) pada 24 Maret 1946 merupakan momentum saat rakyat bersatu mencegah sekutu dan Netherlands-Indies Civil Administration (NICA) menduduki Bandung.

    Sejarawan Universitas Padjadjaran (Unpad), Nina Lubis menilai, peristiwa BLA layak masuk dalam sejarah nasional. Peristiwa pembumihangusan itu merupakan strategi agar sekutu tidak bisa menguasai Bandung.

    Perintah pengosongan wilayah juga merupakan perintah langsung dari Perdana Menteri Sutan Sjahrir. Hal tersebut merupakan bagian dari upaya diplomasinya dengan sekutu demi keselamatan republik.

    "Peristiwa ini seolah-olah orang Bandung menyerah kepada sekutu (Inggris) yang juga ada Belanda. Tapi sebetulnya ini taktik saja, karena pemerintah pusat melalui PM Sjahrir sedang melakukan diplomasi dengan NICA dan sekutu," tutur Nina.

    Nina mengungkapkan, pada saat itu Kolonel A.H. Nasution juga mendapat telegram dari Jenderal Sudirman untuk mempertahankan Bandung sampai titik darah penghabisan. Di tengah situasi yang sulit itu, A.H. Nasution harus mengambil keputusan yang berat.

    Dalam perundingan yang dilakukan oleh pihak militer Indonesia, diambillah keputusan agar rakyat dan tentara meninggalkan Bandung bersama-sama dengan lebih dulu membumihanguskannya..

    Setelah ada keputusan tersebut, 100.000 penduduk Bandung (sumber lain menulis 200.000 dan 300.000) mengosongkan Bandung 11 km dari pusat kota. Mereka mengungsi ke Bandung Selatan, seperti Ciparay, Majalaya, Banjaran, dan Soreang; Bandung Barat yaitu ke Cililin dan Gunung Halu; dan Bandung Timur yaitu ke Rancaekek, Cicalengka, dan Sumedang.

    Dari rangkaian kejadian tersebut, Nina menilai bahwa peristiwa BLA tidak hanya menjadi peristiwa lokal yang terjadi di Bandung, tetapi juga menjadi perhatian nasional karena dampak luas yang ditimbulkannya. Kejadian ini sangat berdampak pada aktivitas NICA dan tentara Republik Indonesia.

    "Ini sebetulnya sejarah nasional kalau melihat dampaknya, peristiwanya memang terjadi di Bandung tapi dampaknya itu nasional sebetulnya," pungkasnya.(*)

    fan

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Pempov Jabar Terus Matangkan Opsi Lockdown Wilayah
    Pemprov Jabar Siapkan BPSDM Jadi Pusat Isolasi Mandiri COVID-19
    Soal Larangan Mudik, Gubernur Jabar Diminta Lebih Tegas Lagi
    Anggota KPU Evi Novida Ginting Diberhentikan tak Hormat
    Nekad Mudik Bisa Langsung Dicap ODP Corona

    Editorial