web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Polres Garut Ungkap Trafficking Anak di Bawah Umur
    net

    Polres Garut Ungkap Trafficking Anak di Bawah Umur

    JuaraNews, Garut – Polres Garut berhasil mengungkap kasus perdagangan manusia (human trafficking) yang korbannya anak di bawah umur. Mereka akan dipekerjakan menjadi pekerja seks komersial (PSK) di berbagai tempat.

    Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna didampingi Kasat Reskrim Polres Garut, AKP Aulya Djabar mengatakan, dalam kasus ini pihaknya mengamankan seorang ibu rumah tangga berinisial TN alias Mamih (40), warga Kampung Cibitung, Desa Barusuda, Kecamatan Cigedug.

    “TN diamankan karena bertindak selaku "Mamih" atau mucikari yang menjual korbannya kepada para lelaki hidung belang,” ungkap Budi, Senin (12/3/2018).

    Kapolres menyebutkan, selain TN pihaknya juga mengamankan tersangka lainnya yakni WG (41), warga Kampung Bunuhan, Desa Girijaya, Kecamatan Cikajang.

    Tersangka TN telah dengan sengaja melakukan tindak pidana perdagangan orang dengan cara menyediakan dan memfasilitasi di rumah kontrakan miliknya.

    “TN ini menjual korban yang masih berusia di bawah umur dengan tarif rata-rata Rp400 ribu untuk satu kali melayani tamu,” sebutnya.

    Berdasarkan pengakuan korban, setiap kali mendapatkan tamu, tersangka TN-lah yang melakukan negosiasi harga. Untuk satu kali korban melayani tamu, TN mendapatkan bagian sebesar Rp100 ribu. (*)

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    UF Kembali Dapat Dukungan Dapil 3 Jabar
    Iriawan: Maknai HUT RI dengan Aksi Nyata
    Indonesia Jadi Tujuan Melanjutkan Pendidikan
    PT KAI Siap Sukseskan Asian Games 2018
    Aher tak Bisa jadi Calon Wakil Gubernur DKI
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Dirgahayu Republik Indonesia
      Dirgahayu Republik Indonesia

      PADA 17 Agustus 2018, Indonesia merayakan hari kemerdekaannya yang ke-73 tahun. Memeringati terbebasnya bangsa Indonesia dari penjajahan.

      Advertisement On Google