web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Waduh, Enam Dusun di Ciasem Subang Terendam Banjir
    net

    Waduh, Enam Dusun di Ciasem Subang Terendam Banjir

    JuaraNews, Subang – Banjir melanda enam dusun di Desa Dukuh, Kecamatan Ciasem, Subang, Senin (12/3/2018). Akibat kejadian ini membuat ratusan rumah warga, persawahan, dan jalan desa tergenang dengan ketinggian hingga 50 sentimeter.

    Banjir yang melanda enam dusun tersebut terjadi bersamaan dengan tingginya curah hujan sejak Minggu 11 Maret 2018 sore hingga malam. Akibatnya, Sungai Ciasem tak bisa lagi menampung air sehingga meluap.

    Berdasarkan data laporan Kepala Desa Dukuh, enam dusun yang dilanda banjir termasuk jumlah rumah tergenang yaitu Dusun Dukuh Hilir Timur dengan rumah tergenang 90 unit, Dukuh Hilir Barat 70 rumah, Dukuh Tengah 80 rumah, Dukuh Girang Timur 200 rumah, Dukuh Girang Barat 80, dan Pajalin 5 rumah. 

    Menurut warga setempat, banjir disebabkan rendahnya jembatan dan diperparah hujan lebat di Selatan Subang. “Banjir sering melanda beberapa daerah di Desa Dukuh. Sebulan lalu, ada beberpa dusun yang dilanda banjir,” kata Alim.

    Danramil Ciasem Supriatna mengatakan, anggota Babinsa dan Bhabinkamtibmas bersama aparat desa dan kecamatan Ciasem juga telah memberikan sejumlah bantuan kepada masyarakat setempat. 

    “Kalau hanya air kali ciasem yang meluap itu tidak terlalu tinggi genangan airnya. Namun bila bersamaan dengan meluapnya kali Cijengkol, dampaknya cukup parah itu yang membuat sering terjadi banjir,” tuturnya. (*)

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    SBY: Pemerintah, BIN, TNI, dan Polri Harus Netral
    SBY: Deddy-Dedi yang Terbaik & Mampu Pimpin Jabar
    Bawaslu Siap 'Melek' 24 Jam Awasi Pilkada di Jabar
    Kawal Pilkada di Jabar, Bawaslu Diminta Netral
    40 Persen Massa PPP Siap Dukung Deddy-Dedi
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Selamat Hari Raya Idul Fitri
      Selamat Hari Raya Idul Fitri

      DENGAN rasa suka cita dan senang, kita menyambut Hari Kemenangan, bercampur sedih, karena kita ditinggalkan bulan Ramadan yang penuh berkah.

      Advertisement On Google