web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Main di Mata Dewa, Chelsea Belajar Logat Jawa
    pikiran-rakyat.com Agatha Chelsea saat meet n greet film Mata Dewa

    Main di Mata Dewa, Chelsea Belajar Logat Jawa

    JuaraNews, Bandung - Aktris belia Agatha Chelsea, untuk pertama kalinya terlibat dalam film drama olahraga. Berperan sebagai jurnalis SMA, Chelsea dipercaya menjadi Bening pada film Mata Dewa.

    Pada film yang mulai tayang 8 Maret 2018 itu, Chelsea beradu akting dengan Kenny Austin dan Brandon Salim. Film arahan Sutradara Andibachtiar Yusuf dan diproduksi Sinema Imaji, DBL Indonesia, dan Shanaya Films itu menjadi film Indonesia pertama yang mengangkat kisah dari lapangan basket.

    Chelsea menyebut, ada beberapa alasan dia mau terlibat dalam film Mata Dewa. Salah satunya syuting dilakukan saat libur sekolah. Selain itu, jalan ceritanya yang dia sukai.

    "Saat ditawari film Mata Dewa, aku sempat tanya ke teman-teman yang memang suka basket di sekolah. Saat aku bilang, filmnya kerja sama DBL, malah mereka yang antusias. Soalnya kan DBL adalah liga basket nasional tingkat SMA, jadi buat teman-teman aku, ini keren banget. Makanya aku mau ikut main di film ini," ungkap Chelsea saat acara Meet & Greet Film Mata Dewa di DBL Store, Jalan Cihampelas Kota Bandung, Sabtu (10/3/2018).

    Sebagai Bening yang seorang jurnalis, Chelsea melakoni sejumlah observasi sebelum syuting. Dia sempat datang ke sejumlah pertandingan DBL, kemudian melihat cara kerja jurnalis olahraga. Saat observasi, kata Chelsea, para jurnalis malah mewawancarai balik dirinya.

    "Susah sih enggak, tapi aku harus mencari tahu tentang istilah-istilah di olahraga basket. Aku bisa sih main basket, tapi sekadarnya, enggak terlalu mengerti. Untungnya, selama syuting, sutradara dan beberapa pemain yang memang asli atlet basket selalu membantu," ujar gadis kelahiran Bandung, 18 Desember 2001 itu.

    Menurutnya, yang sulit saat syuting Mata Dewa adalah dia harus belajar logat bahasa Jawa Surabaya. Pasalnya, setting film Mata Dewa sepenuhnya di Surabaya, dan menceritakan tentang tim basket di salah satu SMA di Surabaya.

    "Aku baru dikasih tahu H-2 sebelum syuting kalau harus berdialek Suroboyoan. Aku sama Kenny kaget, karena kami enggak ada yang bisa bahasa Jawa. Jadilah, selama 2 hari itu kami berlatih intensif khusus untuk logat orang Surabaya," katanya.

    Film Mata Dewa sendiri bercerita tentang sosok Dewa (Kenny Austin) yang ingin membawa sekolahnya menjadi juara DBL. Dewa dan timnya selalu didukung pelatih Miko (Nino Fernandez). Ada juga Bumi (Brandon Salim), koordinator supporter yang selalu berada di tribune penonton untuk memimpin teman-teman sekolahnya. Juga Bening (Agatha Chelsea), jurnalis yang aktif mengikuti perjalanan tim basket sekolah.

    Dewa yang semula angkuh, hatinya luluh di depan Bening. Namun, suatu hari petaka menimpa Dewa, saat menolong Bening dari penjambretan. Mata kiri Dewa dihajar preman. Akibatnya, satu matanya tidak dapat berfungsi baik. Dewa patah arang. Seorang mantan petinju kawakan (Ariyo Wahab) yang tinggal di seberang rumah susun pamannya (Dodit Mulyanto), membantu Dewa dari keterpurukan. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Menyatu dengan Alam di Horison Tirta Sanita
    Bandung Memenuhi Syarat Jadi Jadi Kota Film
    Aher Ngabuburide Bersama Ribuan Pemuda Hijrah
    Mau Ngopi Gratis? Datang Aja ke Gedung Sate
    Vino G Bastian 'Latah' Rambah Bisnis Kue
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Mari Kita Berkurban
      Mari Kita Berkurban

      SEKITAR 2,1 miliar umat muslim di seluruh dunia serentak memeringati Hari Raya Idul Adha yang pada 2019 ini jatuh pada hari Rabu (22/8/2018).